Berita

Dubes Republik Islam Pakistan, Muhammad Hassan/Repro

Dunia

Dubes Pakistan: Muslim di Jammu & Kashmir Korban Represi yang Disponsori Negara

JUMAT, 05 FEBRUARI 2021 | 23:33 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Republik Islam Pakistan akan terus memperjuangkan nasib umat Muslim di wilayah sengketa Jammu & Kashmir yang dikuasai India. Dutabesar Pakistan untuk Indonesia, Muhammad Hassan, mengajak masyarakat internasional mengecam pemerintah India yang disebutnya mensponsori diskriminasi dan represi terhadap Muslim di Jammu & Kashmir.

Jammu & Kashmir awalnya adalah sebuah native state yang berdiri di tahun 1846 seusai Perang Inggris-Sikh Pertama. Wilayah ini diapit empat negara, yakni Pakistan di barat, India di selatan, China di timur dan Afghanistan di utara.

Setelah Perang India-Pakistan pada 1947-1948, India menguasai Jamu & Kashmir dan Ladakh, serta menjadikannya sebagai salah satu negara bagian (state) dengan status khusus sampai UU Reorganisasi Jammu & Kashmir yang berlaku Oktober 2019 lalu.


Sementara Pakistan menguasai Azad Kashmir dan Gilgit-Baltistan.

Adapun China pada pertengahan 1950an mengklaim wilayah Aksai Chin dan Trans-Karakoram yang berbatasan langsung dengan Kawasan Otonom Xinjiang Uighur (XUAR).

Dalam webinar bertema “Peace, Develoment and Security in South Asia: Kashmir a Case Study” yang digelar Kedubes Pakistan bersama sejumlah lembaga pendidikan, yang digelar Jumat (5/2), Dubes Muhammad Hassan mengatakan, gelombang intoleransi dan represi sedang berlangsung terhadap umat Muslim di Jammu & Kashmir yang dikuasai India.

“Kami menentang keras kebencian dan diskriminasi yang ditargetkan terhadap Muslim di India oleh Pemerintah Modi,” ujar Dubes Muhammad Hassan.

Webinar tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Solidaritas Kashmir setiap tanggal 5 Februari.

Hari Solidaritas Kashmir ini awalnya diusulkan pimpinan Jamaat e-Islami Pakistan, Qazi Hussain Ahmad, pada tahun 1990. Mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menyebutnya sebagai Hari Mogok Solidaritas Kashmir.

Adapun penggunaan nama Hari Solidaritas Kashmir dimulai pada tahun 2004 oleh Kementerian Urusan Khasmir dan Wilayah Utara.   

Pembicara lain dalam webinar tersebut adalah Kaprodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), DR. Nur Azizah, dosen HI UMY Ali Maksum, Ph.D, dan Kepala Pusat Penelitian Islam dan Timur Tengah Universitas Indonesia (UI) Nur Munir.

Sementara sebagai penanggap  adalah Ketua Forum Solidaritas Kashmir, DR. Zahir Khan, serta dua akademisi Hardi Alunaza dan Khairunnisa Simbolon.

Pada bagian lain, Dubes Muhamamd Hassan juga mengatakan, pihaknya berkeinginan menyelesaikan semua masalah dengan India, termasuk sengketa Jammu & Kashmir, melalui dialog sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya