Berita

Michael Cohen mantan pengacara Donald Trump/Net

Dunia

Mantan Pengacara Yang Tutupi Skandal Seks Donald Trump Dengan Bintang Porno Akhirnya Berbicara

JUMAT, 05 FEBRUARI 2021 | 16:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa pekan setelah lengser, serangan terhadap mantan presiden AS Donald Trump belum mereda. Bekas pengacara pribadinya pun bahkan bersuara tentang 'skandal seks' Trump dengan bintang porno Stormy Daniels.

"Dia seorang yang... sosiopat narsistik!" ujar Michael Cohen tentang bos lamanya.  

Cohen terpaksa harus mendekam selama tiga tahun di penjara karena dianggap terlibat 'menyuap' sang bintang porno sebesar 130.000 dolar AS agar tidak bersuara tentang perselingkuhan itu.


Selain menggambarkan mantan majikannya sebagai sosipat narsistik, dalam wawancara ekslusif '60 Minutes' dengan sebuah jaringan media, Cohen juga mengaku menyesal atas apa yang menimpa dirinya gara-gara perbuatan kotor Trump, seperti dikutip dari 9News, Jumat (5/2).

Selama menjadi pengacara Trump lebih dari satu dekade, berulang kali Cohen mencoba menutupi skandal seks Trump. Hubungan keduanya memburuk saat Cohen harus masuk penjara.

Cohen telah menjalani dua tahun penjara. Pandemi virus corona menguntungkannya, karena ia diijinkan menghabiskan sisa hukumannya di rumah hingga November 2021.

Pada 2019, Cohen bersaksi kepada sidang Komite Kongres AS yang setuju untuk berterus terang tentang rahasia terkotor Donald Trump.

Cohen dikenal luas sebagai 'Tukang Suap Trump' selama mengabdi dari 2006 sampai 2018. Cohen memiliki jabatan penting lainnya yaitu wakil presiden Trump Organization, dan penasihat pribadi Trump.

Menelusuri kisah ini, pada 2019, The Guardian pernah memuat pengakuan dari Stormy Daniels 'teman selingkuh Trump'.  Dialah wanita di tengah salah satu skandal paling terkenal yang menimpa Gedung Putih.

Daniels mengakui semua yang ia lewati bersama Trump dan melabelinya sebagai penjahat karena membantah apa yang pernah mereka lewati bersama.

Ia menerima uang 130.000 dolar AS sebagai 'uang tutup mulut' untuk tidak membicarakan masalah itu selama pemilu 2016 yang kemudian dimenangkan Trump.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya