Berita

Presiden AS, Joe Biden/Net

Dunia

AS Tarik Dukungan Di Yaman, Biden: Perang Harus Diakhiri!

JUMAT, 05 FEBRUARI 2021 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebagai bagian dari upaya untuk memulihkan penekanan AS pada diplomasi, demokrasi dan hak asasi manusia, Presiden AS Joe Biden akhirmya memutuskan bahwa Amerika Serikat mengakhiri dukungan untuk serangan militer yang dipimpin Saudi di Yaman.

Hal itu disampaikan Biden dalam pernyataan resmi, saat melakukan kunjungan pertamanya ke Departemen Luar Negeri AS sebagai presiden, Kamis (4/2) waktu setempat.

"Perang telah menciptakan bencana kemanusiaan dan strategis ," ujar Biden kepada para diplomat, seperti dikutip dari AFP, Jumat (5/2).


"Perang ini harus diakhiri," tegasnya.

Pembalikan kebijakan Yaman adalah salah satu dari serangkaian perubahan yang ditetapkan Biden pada hari Kamis, yang menurutnya akan menjadi bagian dari koreksi arah untuk kebijakan luar negeri AS. Itu setelah Presiden Donald Trump, dan beberapa pemerintahan AS sebelumnya, yang sering kali membantu para pemimpin otoriter di luar negeri atas nama stabilitas.

Di saat yang sama, Biden juga mengumumkan diakhirinya penjualan senjata AS yang relevan tetapi tidak memberikan rincian langsung tentang apa artinya itu.

Pemerintah AS sendiri telah mengatakan bahwa pihaknya sedang menghentikan beberapa kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar AS dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, mitra utama Arab Saudi dalam serangan Yamannya.

Biden, pada Kamis juga menyerukan agar segera dilakukan gencatan senjata, pembukaan saluran kemanusiaan untuk memungkinkan lebih banyak pengiriman bantuan, dan kembali ke pembicaraan damai yang telah lama macet.

Sementara, penasehat keamanan nasional Jake Sullivan mengatakan pebalikan kebijakan soal Yaman tidak akan berpengaruh pada operasi AS terhadap kelompok Al-Qaeda yang bermarkas di kawasan tersebut.

"Berakhirnya dukungan AS untuk serangan itu tidak akan mempengaruhi operasi AS terhadap kelompok Al Qaeda yang bermarkas di Yaman di Semenanjung Arab, atau AQAP," jelasnya.

Keputusan terbaru Biden soal Yaman adalah sebagai pemenuhan salah satu janji kampanyenya, tapi itu juga menunjukkan tekadnya dalam menyoroti krisis kemanusiaan besar yang telah diperburuk oleh Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Biden juga mengumumkan penunjukkan Timothy Lenderking sebagai utusan khusus AS untuk Yaman.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya