Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengamat: Situasi Di Myanmar Belum Jelas, Sikap Hati-hati China Sudah Tepat

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 14:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hubungan China dengan Myanmar sangat erat. Sebagai tetangga dekat, China telah merespon peristiwa kudeta Myanmar dengan sangat hati-hati. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin menyatakan keprihatinannya dan berharap semua pihak dapat berdialog untuk mengatasi perbedaan.   

Ketika beberapa dunia barat menyoroti dugaan keterlibatan China dalam peristiwa kudeta Myanmar, pemerintah China telah membantahnya.

Pengamat politik Tiongkok, Tang Qifang, mengatakan tudingan yang datang itu adalah fitnah jahat dan kesalahpahaman besar tentang hubungan China-Myanmar yang sejauh ini berjalan ramah dan hangat.


Peneliti di China Institute of International Studies itu mengatakan, kedua negara hidup secara berdampingan dengan damai.

"China dan Myanmar mempromosikan 'Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai', di mana non-campur tangan dalam urusan dalam negeri masing-masing merupakan prinsip yang kokoh," ujar Tang, seperti dikutip dari GT, Kamis (4/2).

"Selain itu, Myanmar tidak akan membiarkan orang lain mencampuri urusan dalam negerinya karena sejarah panjang dijajah dan perjuangan untuk mencari kemerdekaan sebelumnya," lanjutnya.

Tang mengatakan, mengingat situasi di Myanmar masih belum jelas, tidaklah tepat dan tidak bertanggung jawab bagi negara mana pun untuk menentukan situasi di negara tersebut.

"Benar bagi China untuk mengambil sikap hati-hati terhadap situasi di Myanmar," katanya.

Pemerintah China, lewat Juru Bicara Kemenlu Wang Wenbin telah menolak tudingan yang mengatakan bahwa negaranya mendukung atau menyetujui pergolakan politik yang saat ini terjadi di Myanmar.

"Tuduhan seperti itu tidak faktual," kata Wang dalam konferensi pers harian.

"China adalah tetangga yang bersahabat bagi Myanmar, dan berharap semua pihak di Myanmar dapat fokus pada kemauan dan kepentingan rakyat, menangani perbedaan dengan tepat melalui dialog di bawah kerangka konstitusional dan hukum, dan menjaga stabilitas politik dan sosial," tegas Wang.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya