Berita

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus/Net

Politik

WNA Jadi Bupati Di NTT Peristiwa Memalukan Dan Memilukan

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 10:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kabar Bupati Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) Orient Patriot Riwu Kore yang merupakan warga negara Amerika Serikat membuat anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus geram.

Dia mempertanyakan kinerja KPU, yang bisa-bisanya meloloskan Orient sebagai bupati.

Legislator asal Sumbar ini mendesak pemerintah melalui Kemendagri untuk mengusut tuntas masalah tersebut.


“Apakah dokumen-dokumen yang disampaikan kepada KPU itu asli atau palsu. Asli saja akan bermasalah karena Orient WNA, apalagi palsu. Diduga dia (Orient) telah menyembunyikan atau tidak menyampaikan dengan sebenarnya tentang dokumen pribadinya,” tegas Guspardi kepada wartawan, Kamis (4/2).

Politisi PAN ini menegaskan bahwa peristiwa masuknya warganegara AS menjadi Bupati Sabu Raijua NTT bukanlah perkara ringan, namun peristiwa besar yang harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Bukan main-main ini memalukan dan memilukan. Harus ditindaklanjuti proses hukumnya itu. Ini adalah kasus baru yang terjadi di Indonesia dalam urusan pilkada,” imbuhnya.

KPUD NTT sudah menetapkan pasangan Oriet P Riwu Kore-Thobias Uly sebagai pemenang pilbub Sabua Raijua, NTT. Pasangan ini berhasil mendapatkan sebanyak 48,3 persen.

“KPU pusat harus membatalkan keputusan KPUD setempat, sehingga dilanjutkan dengan pemungutan suara ulang. Karenanya semua keputusan KPUD mulai dari SK penetapan calon sampai SK penetapan calon terpilih batal demi hukum,” tegasnya.

Guspardi mengatakan DKPP juga harus memberi sanksi, baik kepada anggota KPUD maupun bawaslu yang telah lalai dalam melaksanakan tugasnnya.

“Hal ini menjadi tamparan keras bagi penyelenggara pemerintahan di negeri ini,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya