Berita

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza/Net

Dunia

Venezuela Bebaskan 12 Awak Kapal Pencuri Ikan Asal Guyana

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 10:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementrian Luar Negeri Venezuela mengumunkan bahwa pihaknya telah membebaskan seluruh awak dari dua kapal penangkap ikan asal Guyana, yang sebelumnya telah disita pihak militer negara itu pada Januari lalu.

"Kemarin, 12 warga Guyana yang ditahan pada 23 Januari telah dibebaskan," kata Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Kamis (4/2).

Namun demikian, Arreaza tidak merinci apakah perahu itu akan dikembalikan atau tidak.


Penyitaan kapal tersebut adalah episode terbaru dalam sengketa teritorial berusia seabad antara kedua negara Amerika Selatan yang memanas sejak raksasa minyak AS ExxonMobil menemukan minyak mentah di wilayah tersebut pada 2015.

Caracas mengatakan angkatan lautnya menangkap kapal "tangan merah" yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Venezuela. Klaim tersebut telah ditolak oleh pihak Guyana, yang menyatakan bahwa kapal-kapal itu disita secara tidak sah di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) miliknya sendiri.

Pada bulan Desember, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menetapkan "wilayah laut baru" yang, menurut Guyana, meluas ke wilayah laut dan darat di sebelah barat Sungai Essequibo.

Guyana mengutuk keputusan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya dan aturan dasar hukum internasional, dan mempertahankan perbatasan yang sah ditetapkan pada tahun 1899 - sementara Venezuela mengatakan perjanjian tahun 1966 membatalkan perjanjian sebelumnya.

Guyana telah meminta Pengadilan Internasional (ICJ) untuk memutuskan masalah tersebut, tetapi Venezuela mengatakan ICJ tidak memiliki yurisdiksi dan tidak akan berpartisipasi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya