Berita

Tweet Permadi Arya alias Abu Janda kepada Natalius Pigai yang diduga rasis

Nusantara

Ahli Bahasa: Tweet Abu Janda Untuk Pigai Menyinggung Evolusi Manusia Dan Berisi Kebencian

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 08:55 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Diksi "evolusi" dalam tweet Permadi Arya yang ditujukan kepada mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengarah kepada "evolusi manusia".

Hal itu disampaikan ahli bahasa Indonesia dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Krisnajaya.

Krisna menjelaskan, pada tweet yang berbunyi "Sudah selesai evolusi belum kau?" kata "evolusi" mengacu kepada kata ganti orang, yakni "kau". Di mana makna leksikalnya adalah "diri manusia yang mengalami proses perubahan perlahan-lahan dari suatu muasal".


Penggunaan secara sekuensial dalam satu kalimat dari kata "evolusi" dan "kau" tersebut memiliki tautan makna bahwa orang yang diajak bicara (yaitu "kau") adalah manusia yang lazim mengalami proses evolusi, sehingga ditanya si penanya merasa perlu bertanya dengan kalimat “Sudah selesai evolusi belum kau?”.

Dalam konteks percakapan saat ini, ketika seseorang membaca kata "evolusi", bersamaan dengan penggunaan kata ganti "kau" (sebagai insan) maka skemata pembaca dapat dengan mudah mengacu kepada frasa "evolusi manusia".

"Adapun unsur makna evolusi manusia itu sebagai pengetahuan umum adalah proses perubahan secara perlahan-lahan dari hewan (yaitu kera atau monyet) menjadi manusia. Penggunaan kata evolusi tersebut memiliki perikutan makna evolusi manusia," kata Kisnajaya dalam keteranganya, Kamis (4/2).

Namun, ahli bahasa yang pernah dihadirkan dalam perkara Buni Yani beberapa waktu lalu ini mengatakan, apakah tulisan pada media sosial bersesuaian maknanya dengan apa yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Misalnya, makna menimbulkan ujaran kebencian.

"Maka diperlukan fakta kebahasaan yang memadai (berupa perkataan maupun tulisan) bahwa benar sudah timbul suatu akibat berupa kebencian (perasaan sangat tidak suka) dari tulisan tersebut," ungkapnya.

Lalu, Kisnajaya menambahkan, apa yang menjadi dasar bagi kebencian dalam tulisan di media sosial tersebut. Hal ini menurutnya harus dipastikan dahulu, sebab pengaturan pasalnya membatasi hanya pada suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Secara terpisah, pakar Bahasa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Hilmi Akmal, berpendapat, tweet "evolusi" Permadi Arya alias Abu Janda kepada mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai memperlihatkan ketidaksenangan dan merendahkan.

Hilmi mengulas, setidaknya terdapat dua proposisi interogatif, yakni pertama--dikutip dari tweet Abu Janda terhadap Natalius Pigai: "Kau @Natalius Pigai2 apa kapasitas kau?" dan yang kedua: "Sudah selesai evolusi belum kau?".

Dari dua proposisi interogatif itu menurut Hilmi, adanya diksi "evolusi" jelas-jelas menunjukkan ketidaksenangan Abu Janda pada Natalius Pigai.

"Terkait dengan cuitan yang rasis, inferensi yang bisa ditarik adalah, saya melihat ada ketidaksenangan Abu Janda dengan Pak Pigai. Sehingga membuat proposisi dalam bentuk interogatif yang maknanya merendahkan Pak Pigai," kata Hilmi.


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya