Berita

Sosok Menteri Pertahanan baru Myamar, Jenderal Mya Tun Oo/Net

Dunia

Ini Dia Tokoh Militer Yang Mendapat Jabatan Penting Pasca Kudeta Myanmar

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 07:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di bawah kekuasaan Jenderal Min Aung Hlaing, sebanyak 24 menteri dipecat tak lama setelah kudeta terjadi. Beberapa nama telah ditunjuk untuk mengisi kabinet baru yang sebagian besar terdiri dari para jenderal dan mantan pejabat militer bersama dengan beberapa anggota partai proxy politiknya, Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP).

Menteri Luar Negeri yang sebelumnya dijabat oleh Daw Aung San Suu Kyi kini dipegang oleh U Wunna Maung Lwin, anggota Komite Eksekutif Pusat USDP yang pada pemilihan 8 November kalah telak. Maung Lwin pernah memegang jabatan Menlu pada pemerintahan U Thein Sein pada 2011-2016.

Maung Lwin memiliki sejarah panjang dengan militer. Ia mengabdi selama hampir tiga dekade sebelum pensiun sebagai kolonel, seperti dikutip dari The Guardian. Ia juga pernah menjabat sebagai perwakilan PBB (2007-2011).


Menteri Pertahanan kini dijabat oleh Jenderal Mya Tun Oo. Dia bergabung dengan akademi pertahanan Myanmar pada 1980 dan menikmati peningkatan pesat melalui angkatan bersenjata, menjadi kepala staf angkatan darat, laut dan udara pada 2016.

Menurut Human Rights Watch, Mya Tun Oo memegang peran peringkat ketiga militer sebagai kepala jenderal selama kampanye 2017 melawan Rohingya.

Kedudukan Menteri Dalam Negeri dipercayakan kepada Letnan Jenderal Soe Htut. Sebelum kudeta, ia adalah  kepala intelijen militer Myanmar.

Menurut Human Rights Watch, Soe Htut sebelumnya masuk dalam daftar sanksi Uni Eropa atas pelanggaran hak asasi manusia terkait perannya memimpin komando militer selatan.

Menteri Perencanaan, Keuangan, Perindustrian diserahkan kepada U Win Shein, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Perhubungan (2011-2012).

Militer Myanmar bergerak cepat setelah melakukan pengambilalihan kekuasaan dari Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Win Myint pada Senin (1/2).

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya