Berita

Demam Berdarah Dengue (DBD)/Net

Nusantara

Masyarakat Juga Perlu Waspada DBD Di Masa Pandemi Covid-19

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 04:44 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi penyakit yang juga harus diwaspadai masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Terlebih, perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang menjadi penyebab DPD semakin cepat di musim penghujan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, jumlah kasus DBD sepanjang tahun 2020 mencapai 428 orang. Empat di antaranya meninggal dunia akibat DBD yang bersumber dari gigitan nyamuk tersebut.


“Dari total kasus itu, paling banyak bulan Januari. Ada 68 kasus,” kata Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurahkman, melalui stafnya Eka Febriana, Rabu (3/2).

Maka itu, masyarakat diminta waspada karena DBD sulit diprediksi. Apalagi, Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artinya selalu ada temuan setiap tahunnya.

"Jadi memang Cimahi ini setiap tahunnya selalu ada kasus DBD, jadi kita endemis," ujarnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Menurutnya, untuk mengatisipasi penyebaran DBD, masyarakat tetap harus menjalankan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, yang bertugas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing.

Sebab, jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air. Apabila PSN dijalankan di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.

"Bukan cuma rumah, tapi juga di halaman sekitar rumah. Soalnya saat ini kalau bukan kita sendiri (melakukan PSN), enggak akan ada yang meriksa. Jadi periksa jentik di rumah sendiri," imbuhnya.

Sementara untuk fogging, tetap dilakukan berdasarkan hasil verifikasi petugas Puskesmas di lapangan.

Selain itu, tahun ini pihaknya membagikan larvasida serbuk dan cair di wilayah yang terdapat kasus DBD, untuk memberantas nyamuk yang menularkan wabah tersebut.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya