Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pejabat Rusia: TikTok Blokir 11 Akun Yang Serukan Aksi Unjuk Rasa Ilegal

SELASA, 02 FEBRUARI 2021 | 12:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepala Kamar Sipil Rusia yang bertugas menangkal informasi palsu, Alexander Malkevich, mengatakan pada hari Senin (1/2) bahwa TikTok telah mendengar seruannya untuk memblokir konten yang melanggar norma hukum. Saat ini ia tengah menunggu langkah serupa dari jejaring sosial lainnya.

“Saya sudah sering mengatakan bahwa jejaring sosial Barat harus memblokir konten yang melanggar norma hukum negara kita. Akhirnya, TikTok sudah mendengar seruan aktivis sipil, yaitu kita,” katanya di saluran Telegramnya, seperti dikutip dari Tass, Senin (1/2).

Malkevich mengatakan jajarannya telah dengan hati-hati memonitor postingan aksi demonstrasi di berbagai jejaring sosial oleh akun-akun yang dicurigai. Dikhawatirkan postingan tersebut menjadi ajakan bagi anak-anak di bawah umur untuk terlibat di dalamnya.


"Akun-akun yang dicurigai ini telah diblokir, sebagian atau seluruhnya oleh TikTok" katanya.

Langkah tersebut masih terus berjalan sampai tidak ada lagi seruan yang membahayakan.

TikTok telah memblokir sedikitnya 11 akun pengguna yang mempublikasikan seruan untuk aksi unjuk rasa ilegal, yang dikhawatirkan mendorong orang di bawah umur untuk mengambil bagian di dalamnya.

Sejak 2018, anggota parlemen Rusia mendukung undang-undang pelarangan aksi protes untuk anak usia di bawah 18 tahun.

Sejak Navalny ditahan, para pendukungnya menyerukan protes nasional pada hari Sabtu. Aksi protes itu juga disebarkan ke jejaring media, mengundang kekhawatiran terdampak terhadap anak-anak di bawah umur.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya