Berita

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Nurpati/Net

Politik

Demokrat: Pendidikan Politik Perlu Untuk Bangun Etika, Bukan Memupuk Egoisme

SABTU, 30 JANUARI 2021 | 05:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pendidikan akan lebih berarti dan lebih bermakna manakala dilakukan bersama-sama baik itu orangtua, masyarakat atau pemerintah.

Begitu yang dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Nurpati dalam acara diskusi virtual "Jalan Baru Flores Timur", Jumat (29/1).

Menurutnya, dengan pendidikan yang seirama inilah yang dapat mengantarkan generasi muda lebih cerdas termasuk di masyarakat di Flores Timur harus kebersamaan harus diciptakan.


“Langkah-langkah yang senada seirama untuk mencerdaskan bangsa sehingga gerak langkah pendidikan yang berbasis merdeka belajar betul-betul terwujud betul-betul produktivitas tingkat kualitas baik bagi guru dan siswa,” ucap Andi.

Di dalam meningkatkan pengetahuan politik itu sendiri, kata Andi, nantinya para generasi  dapat mencintai dan memiliki keyakinan yang tinggi terhadap negara dan dan bangsanya.

“Memang agak sulit pendidikan politik yang sebenarnya bisa diimplementasikan di dalam hidup dan saya masih segar dalam ingatan apa yang disampaikan oleh termasuk tokoh nasional dan pada tahun 2004 beliau menyampaikan tentang fungsi dan tujuan politik pendidikan politik," katanya.

"Begini yang disampaikan beliau, pendidikan politik itu adalah melatih orang muda dan orang dewasa menjadi warga negara yang baik khususnya dalam fungsi sosial loyal terhadap bangsa dan negara,” lanjutnya.

Andi mengatakan, tujuan pendidikan politik itu membangkitkan dan mengembangkan hati nurani politik, maka termasuk etika di dalam politik dan bertanggung jawab terhadap dan bangsa pertama mengembangkan insan yang terpuji.

“Bukan menumpuk egois dan menjadi bintang politik,” tekannya.

Masih kata Andi, pendidikan politik ini yang perlu disampaikan kepada generasi muda dan masuk ke dalam kurikulum pendidikan.

“Ada ranah yang mana politik praktis, yang mana pendidikan politik. Kalau kita tidak diberi sejak dini maka kita bisa ketinggalan tentang komunikasi politik yang akhirnya realita menunjukkan bahwa angka golput dari tahun ke tahun itu masih cukup banyak,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya