Berita

Saan Mustopa/Net

Politik

Sikap Nasdem, Ambang Batas Parlemen 7 Persen Dan Presiden 15 Persen

JUMAT, 29 JANUARI 2021 | 19:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komisi II DPR RI masih melakukan harmonisasi perihal RUU Pemilu yang di dalamnya tertuang aturan ambang batas parlemen yang diusulkan sejumlah partai politik di angka 7 persen.

Dalam RUU Pemilu yang diinisiasi oleh parlemen terdapat tiga alternatif ambang batas parlemen.

Ambang batas parlemen pertama minimal 7 persen, dan berlaku secara nasional.


Alternatif kedua, ambang batas parlemen ditetapkan secara berjenjang. Untuk nasional DPR RI ditetapkan 5 persen, DPRD provinsi 4 persen, sedangkan DPRD kabupaten/kota di angka 3 persen.

Ketua DPP Partai Nasdem Saan Mustopa menyampaikan, Nasdem sendiri setuju dengan alternatif pertama yakni di angka 7 persen untuk nasional.

"Nasdem untuk ambang batas parlemen 7 persen dan berlaku nasional," ucap wakil ketua Komisi II DPR itu kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/1).

Untuk ambang batas presiden, lanjut Saan, Nasdem sepakat di angka 15 persen.

"Ambang batas presiden 15 persen," imbuhnya.

Dalam draf RUU Pemilu dicantumkan ambang batas presiden berada di angka 20 persen.

Bunyi Pasal 187 draf RUU Pemilu disebutkan, pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik peserta pemilu.

Skema lainnya, gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi di DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya