Berita

Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay (kiri) bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan/RMOL

Politik

Tidak Ingin Direvisi, PAN Konsisten Pilih Ambang Batas Parlemen 4 Persen

JUMAT, 29 JANUARI 2021 | 17:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah partai politik masih memperdebatkan ambang batas parlemen dan ambang batas presiden.

Pasalnya, ambang batas parlemen yang diusulkan sebanyak 7 persen akan membuat partai dengan perolehan suara kecil tidak memiliki peluang besar untuk duduk di parlemen pada periode selanjutnya.

Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyampaikan, partai yang dinaunginya belum berpikiran untuk mengubah komposisi angka untuk parliamentary threshold maupun presidential threshold.


Artinya, PAN konsisten di angka 4 persen untuk ambang batas parlemen dan belum memikirkan perubahan angka tersebut.

“Sejauh ini, kami tidak memikirkan adanya perubahan komposisi,” ucap Saleh kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/1).

“Sampai sekarang kami tetap menginginkan memakai UU yang ada saat ini,” imbuhnya.

UU 7/2017 tentang Pemilu yang sekarang masih sah berlaku adalah 4 persen.

Menurutnya, undang-undang tersebut baru sekali dipakai dan belum perlu dilakukan perubahan.

Atas dasar itulah, PAN memilih konsisten di UU 7/2017 dengan ambang parlemen di 4 persen.

"Baru sekali pakai (Pilkada serentak 2020), kok langsung dirubah lagi? Kan masih aktual dan tidak ada masalah," tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya