Berita

Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto/Net

Pertahanan

Pak Menhan Jangan Diam Saja, Teritorial Laut Kita Akan Dijadikan Ajang Perang Hibrida

RABU, 27 JANUARI 2021 | 09:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto ditekankan untuk tidak diam melihat wilayah teritorial laut NKRI yang sering diterobos oleh kapal asing.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto setelah melihat sikap Prabowo selama ini yang berbeda ketika menjadi bagian koalisi.

"Pak Menhan jangan diam saja, teritorial laut NKRI sudah sering diterobos dan akan dijadikan ajang perang hibrida," ujar Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/1).


Perang hibrida merupakan sebuah strategi militer yang memadukan antara perang konvensional, perang yang tidak teratur dan ancaman cyber warfare berupa serangan nuklir, senjata biologi dan kimia, alat peledak improvisasi dan perang informasi.

Jelas Satyo, perairan Indonesia yang berada di jalur Asia Pasifik sangat mungkin dapat dijadikan proxi oleh negara lain yang sedang berkonflik.

"Tentu kita tidak mau wilayah kita dijadikan 'battle ground' pihak asing. Oleh sebab itu kewaspadaan harus ditingkatkan dengan melalukan patroli pengawasan oleh Bakamla dan TNI AL sekaligus menempatkan radar-radar canggih alat pertahanan wilayah laut dan udara," tutur dia.

Satyo pun menyarankan agar Menhan Prabowo membangun koalisi negara-negara ASEAN untuk menggelar latihan perang laut.

"Menhan mestinya memiliki inisiasi membangun koalisi negara-negara ASEAN menggelar latihan perang laut secara kolosal untuk memberikan efek deterence," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya