Berita

Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Agustyati/Repro

Politik

Perludem: Penting Bagi MK Memeriksa Substansi Dan Penegakan Hukum Pilkada

SELASA, 26 JANUARI 2021 | 11:26 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sidang pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada Serentak 2020 yang dimulai hari ini disoroti Perkumpulan untuk Demokrasi dan Pemilu (Perludem).

Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Agustyati mengatakan, pihaknya berharap kepada Mahkamah Konstitusi (MK) bisa melaksanakan persidangan dengan penuh integritas.

"Rangkaian pemeriksaan perkara yang dilaksanakan MK adalah harapan terkahir demokrasi yang diharapkan dapat menjamin keadilan dan kedaulatan rakyat atas hasil Pilkada," ujar Khoirunnisa dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (26/1).


Tak hanya MK, sosok yang kerap disapa Ninis ini juga berharap kepada pemohon dan termohon perkara, pihak terkait, hakim konstitusi, penitera dan seluruh perangkat persidangan untuk memastikan seluruh proses di MK dilaksanakan secara jujur, profesional dan adil.

Oleh karena itu, Perludem mendorong MK agar tidak hanya memeriksa dan memutus variabel perselisihan angka perolehan suara yang menjadi perkara perselisihan hasil pilkada.

"Namun juga penting bagi MK untuk memeriksa substansi pilkada dan proses penagakan hukum selama pilkada berlangsung," pungkas Ninis.

Adapun, permohonan PHPU Pilkada yang diregistrasi dan masuk ke tahap sidang pendahuluan hari ini berjumlah 132 perkara.

Rinciannya, ada tujuh perkara yang terkait pemilihan gubernur, 112 perkara terkait pemilihan bupati, dan 13 perkara terkait pemilihan wali kota.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya