Berita

Presiden China Xi Jinping, selama pertemuan virtual Forum Ekonomi Davos 2021/Net

Dunia

Xi Jinping Ajak Pemimpin Dunia Bersaing Secara Sehat Di Arena Balap Dan Hindari Perang Dingin Baru

SELASA, 26 JANUARI 2021 | 07:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden China Xi Jinping memperingatkan agar para pemimpin dunia tidak memulai 'Perang Dingin baru" sementara dia sedang memperjuangkan multilateralisme. Dalam pidatonya di acara Forum Ekonomi Dunia, Xi menegaskan agar para pemimpin menghindari 'ikut campur' urusan internal negara lain.

"Kita harus menghormati dan mengakomodasi perbedaan, menghindari campur tangan dalam urusan internal negara lain dan menyelesaikan perselisihan melalui konsultasi dan dialog," ujar Xi, seperti dikutip dari CGTN, Senin (25/1).

Xi mengungkapkan, sejarah dan kenyataan telah berkali-kali memperjelas bahwa pendekatan antagonisme dan konfrontasi yang salah arah - baik dalam bentuk perang dingin, perang panas, perang perdagangan, atau perang teknologi - pada akhirnya akan merugikan kepentingan semua negara dan merusak kesejahteraan semua orang- makhluk.


Ini adalah penampilan Xi untuk pertama kalinya dalam forum internasional itu sejak ia membela perdagangan bebas dan globalisasi dalam pidatonya di Davos pada tahun 2017 lalu. Xi, yang mewakili satu-satunya ekonomi besar yang mencatat pertumbuhan ekonomi, mengatakan ia adalah pengusung multilateralisme.

Sementara Beijing akan selalu memegang teguh prinsip tidak ingin didikte oleh Washington, menurut Xi tanpa menyebut nama Joe Biden atau Donald Trump dalam pidatonya yang panjang itu.

Multilateralisme harus melibatkan semua orang, bukan berpindah ke 'lingkaran kecil', menurut Xi.

Menutup pidatonya, Xi mengingatkan kerja sama yang solid antar negara, mendukung persaingan yang sehat dengan bersaing satu sama lain di lapangan balap, bukan saling mengalahkan di arena gulat.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya