Berita

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay/Repro

Politik

Saleh Daulay: Yang Disampaikan Menkes Soal Penanganan Covid-19 Benar, Harus Dievaluasi

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 21:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang menyebut ada kesalahan dan tidak mempercayai data pemerintah soal angka kasus Covid-19 dinilai ada benarnya.

Karena itu, kedepan harus ada evaluasi menyeluruh mengenai penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Terutama soal testing dan tracing.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay saat menjadi narasumber dalam acara Sapa Indonesia, Kompas TV, Senin malam (25/1).


"Jujur saja apa yang dikatakan oleh Pak Budi ini kalau kita liat sepintas itu ini bener gituloh. Jadi kalau bener, tentu kita dukung. Tetapi jangan salah, ini harus dievaluasi juga," kata Saleh Daulay.

Saleh mengatakan, jika terdapat kesalahan dalam urusan data yang dimiliki pemerintah soal penanganan Covid-19 berarti selama 10 bulan terakhir semua pihak telah melakukan hal yang salah.

Kata mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini, terutama dalam kurun waktu 10 bulan terakhir pagebluk virus Corona menimpa tanah air yang telah menghabiskan anggaran.

"Karena 10 bulan terakhir ini menghabiskan uang anggaran, waktu terutama, banyak sekali yang kita buang. Nah tentu ini harus diperhatikan juga," ujarnya.  

"Kalau ditanya kepada saya apa yang harus dilakukan kedepan, banyak hal. Misalnya, soal tracing tadi, ini kan biaya mahal," demikian Saleh Daulay.

Dalam acara Sapa Indonesia Kompas TV tersebut, Saleh Daulay disandingkan bersama Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya