Berita

Ilustrasi vaksin/Net

Dunia

Belum Tentu Bisa Capai Herd Immunity Sebelum Olimpiade, Jepang Terlambat Ambil Kebijakan Soal Vaksin

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 19:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Untuk menggelar Olimpiade Tokyo sesuai jadwal pada pertengahan 2021, Jepang disebut terlambat mengambil kebijakan terkait vaksinasi.

Seorang peneliti dari Airfinity yang berbasis di Inggris, Rasmus Bech Hansen mengatakan, Jepang kemungkinan baru akan mencapai herd immunity atau kekebalan kawanan terhadap Covid-19 melalui vaksinasi beberapa bulan setelah Olimpiade digelar.

"Jepang terlihat agak terlambat," ujar Hansen, seperti dikutip Reuters.


Hansen mengatakan, walaupun Jepang sudah mengamankan jumlah dosis vaksin yang besar, tapi tidak mungkin semuanya dapat dikirim sesegera mungkin.

Dengan begitu, diperkirakan, Jepang baru bisa memvaksinasi 75 persen penduduknya pada Oktober, dua bulan setelah Olimpiade Tokyo ditutup.

"Mereka banyak bergantung pada impor (vaksin) dari AS. Dan saat ini sepertinya tidak mungkin mereka akan mendapatkan dalam jumlah yang sangat besar," jelasnya.

Jepang telah mengamankan 314 juta dosis vaksin Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca. Dengan jumlah tersebut, Jepang bisa memvaksinasi 126 juta orang. Tetapi banyak yang meragukan vaksin tersebut dapat dikirim tepat waktu.

Pasalnya pemerintah Amerika sendiri berupaya telah mendesak produsen vaksin untuk mengamankan dosis di dalam negeri, sebelum akhirnya diekspor.

"Tidak ada cukup vaksin untuk semua negara yang membuat perjanjian dengan Pfizer," kata Hansen.

"Amerika membutuhkan 100 juta lebih vaksin Pfier agar berada di sisi yang aman untuk mencapai tujuan mereka, dan banyak dari 100 juta itu akan datang dari jatah untuk Jepang," lanjutnya.

Kapala program vaksin Taro Kono mengatakan, Jepang akan memulai vaksinasi pada Februari untuk 10 ribu pekerja medis.

Kementerian Kesehatan Jepang belum memberikan komentar terkait perkiraan Airfinity.

Namun perkiraan tersebut menjadi pukulan bagi pemerintahan Perdana Menteri Yoshihide Suga yang telah berjanji akan melakukan vaksinasi untuk banyak warganya pada pertengahan 2021, menjelang Olimpiade Tokyo yang ditunda selama setahun.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya