Berita

Banjir di Kalimantan Selatan pada Januari 2021/Net

Dunia

Germanwatch: 480 Ribu Nyawa Melayang Akibat Perubahan Iklim Sejak Tahun 2000

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 15:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pandemi Covid-19 bukan hanya satu-satunya ancaman di depan mata. Perubahan iklim yang memicu peristiwa cuaca ekstrem juga tidak boleh dipandang sebelah mata.

Data dari lembaga think tank Germanwatch menunjukkan, dalam 20 tahun terakhir, peristiwa cuaca ekstrem menjadi penyebab dari hampir 480 ribu kematian.

Data yang sama juga menyebut terdapat lebih dari 11 ribu peristiwa cuaca ekstrem seperti badai, banjir, hingga gelombang panas yang terjadi sejak tahun 2000. Negara-negara yang terdampak paling parah adalah Puerto Rico, Myanmar, dan Haiti.


Selain itu, seperti dikutip AFP, bencana tersebut juga telah merugikan ekonomi global sebesar 2,56 triliun dolar AS.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Germanwatch, cuaca ekstrem dua dekade terakhir, terutama musim badai 2019, telah meluluhlantahkan sebagian Karibia, Afrika timur, dan Asia Selatan.

"Ini menunjukkan bahwa negara-negara miskin yang rentan menghadapi tantangan yang sangat besar dalam menangani konsekuensi peristiwa cuaca ekstrem," ujar penulis laporan, David Eckstein.

"Mereka sangat membutuhkan bantuan keuangan dan teknis," tambahnya.

Berdasarkan kesepakatan iklim Paris 2015, negara-negara kaya harus menyediakan 100 miliar dolar AS setiap tahunnya untuk membantu negara-negara miskin dan berkembnag untuk mengurangi kenaikan suhu.

Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa jumlah sebenarnya dari pendanaan yang tersedia bagi negara-negara berkembang untuk aksi iklim jauh lebih rendah.

Kesepakatan itu juga mengalokasikan 50 miliar dolar AS per tahun untuk adaptasi perubahan iklim, tetapi karena bencana telah berlipat ganda dalam beberapa tahun terakhir, PBB memperkirakan biayanya akan membengkak.

Dari sekitar 70 miliar dolar AS yang dibutuhkan oleh negara berkembang setiap tahun, hanya 30 miliar dolar AS yang tersedia saat ini.

Dalam laporan Adaptation Gap bulan ini, Program Lingkungan PBB mengatakan biaya tahunan sebenarnya untuk beradaptasi dengan dampak iklim dapat mencapai 300 miliar dolar AS pada tahun 2030 dan  500 miliar dolar AS pada 2050.

Sementara itu, delapan dari 10 negara yang paling terpukul akibat perubahan iklim memiliki pendapatan per kapita rendah hingga menengah ke bawah. Mereka termasuk Haiti, Filipina, dan Pakistan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya