Berita

Petugas berusaha menyelamatkan para penambang yang terjebak di bawah tanah di Provinsi Shandong timur/Net

Dunia

11 Penambang China Yang Terjebak Di Bawah Tanah Selama 15 Hari Berhasil Diselamatkan, Lebih Cepat Dari Perkiraan

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 14:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Petugas berhasil menyelamatkan sebelas dari 22 penambang yang terperangkap di bawah tanah di tambang emas di Provinsi Shandong, Tiongkok timur, pada Minggu (24/1) pagi waktu setempat.

Sebelas penambang yang kondisinya tampak lemah itu telah terjebak selama 15 hari, terhitung sejak 10 Januari lalu.

"Kami membuat terobosan pagi ini. Kemajuan kami dipercepat," kata kepala teknisi di pusat penyelamatan, Xiao Wenru, kepada kantor berita Xinhua, seperti dikutip CGTN, Minggu (24/1).


Sebelumnya, para pejabat mengatakan pada hari Kamis (21/1), bahwa mereka membutuhkan waktu sekitar 15 hari lagi untuk menyelamatkan para pekerja tersebut.

Seorang pekerja dilaporkan tewas karena luka di kepala setelah ledakan yang mengendapkan puing-puing dalam jumlah besar mengubur mereka hidup-hidup.

Sebanyak 22 penambang terperangkap di bawah tanah lebih dari 600 meter dari pintu masuk tambang. Ledakan di tambang Hushan di Qixia, daerah penghasil emas utama di bawah administrasi Yantai di Provinsi Shandong di pantai timur laut, terjadi pada Minggu (10/1) sore.

Ledakan tersebut merusak sistem komunikasi dan tangga keluar dari tambang milik Shandong Wucailong Investment Co. Ltd.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya