Berita

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

WSJ: Trump Sempat Desak Departemen Kehakiman Agar Mahkamah Agung Batalkan Kemenangan Biden

MINGGU, 24 JANUARI 2021 | 14:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meski sudah angkat kaki dari Gedung Putih, mantan Presiden Donald Trump masih menjadi bahan kontroversi.

Sebuah laporan yang diterbitkan Wall Street Journal (WSJ) pada Sabtu (23/1) memicu babak baru kemarahan Partai Demokrat terhadap Trump.

Laporan itu menyebut Trump sempat mempertimbangkan untuk mengganti penjabat jaksa agung dengan orang yang mendukung klaimnya atas kecurangan pemilu. Trump juga mendorong Departemen Kehakiman untuk mendesak Mahkamah Agung membatalkan kemenangan Presiden Joe Biden.


Mengutip sejumlah sumber, WSJ mengatakan, pada pekan-pekan terakhirnya, Trump telah banyak melakukan berbagai upaya untuk mencegah kemenangan Biden, meski akhirnya semua itu gagal.

Seorang pejabat senior menyebut Trump ingin memecat Plt. Jaksa Agung Jeffrey Rosen karena menolak untuk mengajukan kasus kecurangan pemilu.

Selain Rosen, mantan Jaksa Agung William Barr dan mantan Plt Jaksa Agung Jeffrey Wall juga menolak untuk melakukan hal yang sama karena tidak memiliki dasar yang jelas.

Penasihat Gedung Putih saat itu, Pat Cipollone dan wakilnya, Patrick Philbin juga menentang gagasan Trump. Trump disebut ingin mengganti posisi Jaksa Agung dengan seorang pengacara dari luar.

Menurut seorang sumber, Trump ingin mengganti Rosen dengan Jeffrey Clark yang telah menyatakan akan membantu Trump untuk memperjuangkan klaim kecurangan pemilu.

Reuters melaporkan, Departemen Kehakiman belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Kabar mengenai penggulingan Rosen sebenarnya sudah muncul beberapa waktu lalu oleh New York Times.

Menanggapi kabar tersebut, Partai Demokrat dilaporkan geram dengan Trump.

Ketua Komite Kehakiman, Senator Richard Durbin mengatakan akan menyelidiki upaya Trump untuk menggunakan Departemen Kehakiman dalam rangka memenuhi kepentingannya.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer juga meminta inspektur jenderal Departemen Kehakiman Michael E. Horowitz untuk menyelidiki laporan tersebut.

Di sisi lain, Trump sendiri akan menghadapi sidang pemakzulan di Senat pada 8 Februari. Itu adalah upaya pemakzulan Trump kedua kalinya dan yang pertama untuk presiden yang sudah keluar dari masa jabatannya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya