Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Boeing Janjikan Produksi Pesawat 100 Persen Biofuel Pada 2030

MINGGU, 24 JANUARI 2021 | 07:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Produsen pesawat raksasa Amerika, Boeing berkomitmen untuk membuat pesawat komersial yang mampu menggunakan bahan bakar 100 persen biofuel untuk mengurangi emisi karbon.

Boeing mengatakan, rencana tersebut masuk ke dalam target untuk mengurangi setengah emisi karbon dioksida pada 2050.

Untuk mencapai target tersebut, maka Boeing memiliki waktu paling lama satu dekade, mengingat rata-rata usia pesawat komersial sekitar 30 tahun. Dengan begitu, pesawat tersebut harus dirilis pada 2030.


"Ini adalah tantangan yang luar biasa, ini adalah tantangan seumur hidup kita. Penerbangan berkomitmen untuk melakukan bagiannya untuk mengurangi jejak karbon," ujar Direktur Strategi Keberlanjutan Boeing, Sean Newsum, seperti dikutip Reuters, Sabtu (23/1).

Saat ini, bahan bakar yang digunakan oleh banyak pesawat memungkinkan campuran 50:50. Boeing sendiri sudah melakukan penerbangan pesawat komersial pertama di dunia dengan menggunakan 100 persen bahan bakar biofuel, yaitu FedEx Corp 777 pada 2018.

Untuk memproduksi pesawat dengan 100 persen bahan bakar biofuel, Boeing membutuhkan pengembangan mesin jet lebih lanjut, menetapkan persyaratan yang lebih tinggi untuk pencampuran bahan bakar, dan lulus sertifikasi keselamatan global.

Terkait sertifikasi keselamatan, Boeing mendapatkan tantangan yang lebih setelah 737 MAX di-grounded pada Maret 2019 akibat dua kecelakaan fatal di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan 346 orang.

Meski 737 MAX sudah diizinkan kembali untuk terbang, namun hasil investigas sebelumnya menunjukkan Boeing memiliki kesalahan fatal.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya