Berita

Perdana Menteri Justin Trudeau dan Wakil Presiden AS Joe Biden tiba pada jamuan makan malam kenegaraan pada hari Kamis, 8 Desember 2016 di Ottawa/Net

Dunia

Jadi Pemimpin Asing Pertama Yang Bicara Dengan Biden Usai Pelantikan, Justin Trudeau Janjikan Pertemuan Bulan Depan

SABTU, 23 JANUARI 2021 | 13:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Justin Trudeau menjadi pemimpin asing pertama yang bicara dengan Presiden AS Joe Biden setelah pelantikan. Usai melakukan percakapan telepon, perdana menteri Kanada itu menyepakati pertemuan dengan Joe Biden bulan depan, menurut kantor perdana menteri Kanada, Jumat (22/1).

Kedua pemimpin itu akan melakukan upaya kerja sama memerangi virus corona di wilayah Amerika Utara. Ini menjadi kesempatan baik bagi Trudeau untuk bersinergi dengan pemimpin AS yang baru setelah sebelumnya kerap bergejolak dengan pemimpin yang lama.

"Prioritas fundamental kedua negara adalah untuk mengakhiri pandemi Covid-19 global," kata kantor Trudeau dalam sebuah pernyataan.


Tidak dijelaskan apakah pertemuan bulan depan itu berlangsung tatap muka atau virtual.

Biden sangat menyukai Kanada, kata seorang pejabat Kanada. Percakapan dengan Trudeau adalah hal yang sangat positif.

“Biden sangat menyukai Kanada. Dia memahami bahwa kami adalah mitra dan sekutu Amerika Serikat, yang merupakan perubahan nyata dari empat tahun terakhir,” kata sumber itu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/1).

Trudeau, kata sumber itu, akan mengangkat dua topik yang selama ini diperdebatkan, antara lain langkah Biden untuk membatalkan izin pipa minyak Keystone XL dari Kanada ke Amerika Serikat dan proposalnya untuk memperkenalkan kebijakan 'Beli Amerika' yang akan menutup perusahaan Kanada dari pemerintah AS.

Sementara itu, Gedung Putih dalam pernyataannya mengatakan bahwa Biden mengakui kekecewaan Trudeau mengenai keputusan untuk mencabut izin pipa Keystone XL, dan menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan dialog bilateral aktif dan untuk lebih memperdalam kerja sama dengan Kanada.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya