Berita

Gambar yang diposting di situs Khamenei, menunjukkan seseorang yang mirip Donald Trump menjadi sasaran drone/Net

Dunia

Dendam Membara Iran Pada Donald Trump Belum Padam, Posting Ancaman Mengerikan

SABTU, 23 JANUARI 2021 | 12:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun Donald Trump sudah lengser, kebencian Iran terhadapnya belum hilang. Terutama soal pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani. Hal itu ditunjukkan dengan postingan terbaru di situs web Pemimpin Tertinggi Iran yang memuat gambar seorang pegolf yang menyerupai mantan Presiden Donald Trump.

Dalam gambar tersebut, nampak pria berbaju merah sedang bermain golf dengan bayangan drone di atasnya. Seolah menggambarkan bahwa pria (yang dimiripkan Trump) siap menjadi sasaran tembakan drone. Terlebih pada gambar itu ada tulisan bernada ancaman:  

Al-Arabiya melaporkan pada Jumat (22/1), di bawah gambar di situs itu terdapat pernyataan Khamenei pada bulan Desember lalu menjelang peringatan tahun pertama pembunuhan komandan militer Jenderal Soleimani di Irak, yang (diduga) diperintahkan oleh Trump.


"Pembunuh Soleimani dan mereka yang memerintahkan pembunuhannya, harus menghadapi pembalasan dendam. Meski seperti kata seorang sahabat, sepatu Soleimani lebih berharga dari pada kepala pembunuhnya," bunyi kata-kata di bawah gambar tersebut.

"Bahkan jika pembunuhnya dipenggal, itu bahkan tidak akan mengganti salah satu sepatu Soleimani. Tetapi mereka sangat salah dalam melakukan ini dan harus menghadapi balas dendam. Baik para pembunuh maupun yang memerintahkannya harus tahu bahwa balas dendam bisa datang kapan saja," lanjut tulisan itu.

Gambar itu pertama kali muncul di feed Twitter berbahasa Persia @khamenei_site yang memuat tautan ke situs Ayatollah Ali Khamenei. Namun, Twitter menghapus feed tersebut setelah mengatakan akun tersebut palsu pada hari Jumat (22/1).

Seorang pejabat yang dekat dengan lingkaran dalam Khamenei mengatakan: "Tujuan (dari tweet itu) adalah untuk mengingatkan pelaku (Trump), bahwa lengser dari jabatan dan meninggalkan kantor tidak berarti dia  aman, lalu pembunuhan martir kita, Soleimani, akan dilupakan."

"Dan sekarang, pasukan Amerika tidak dapat melindunginya," kata pejabat itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, kepada Reuters tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Awal bulan ini, Twitter menghapus tweet oleh Khamenei di mana dia mengatakan vaksin buatan AS dan Inggris tidak dapat diandalkan dan mungkin dimaksudkan untuk "mencemari negara lain". Platform itu mengatakan tweet itu melanggar aturannya terhadap informasi yang salah.

Ketegangan antara Teheran dan Washington semakin membara setelah 2018, ketika Trump keluar dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan terhadap Iran.

Teheran membalas pembunuhan Soleimani dengan serangan rudal terhadap target AS di Irak tetapi kedua belah pihak mundur dari konfrontasi lebih lanjut.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya