Berita

Pasangan suami istri diduga melakukan penipuan berdalih bisnis batubara/Repro

Hukum

Tipu-tipu Berdalih Bisnis Batubara, Pasutri Donny-Kurnia Kini Nginep Di Polda Metro Jaya

SABTU, 23 JANUARI 2021 | 00:59 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Pasangan suami-istri, Donny Wijaya dan Kurnia Mochtar ditahan Polda Metro Jaya lantaran diduga melakukan penipuan hingga miliaran rupiah.

Donny ditangkap penyidik Subdit Harda Unit I Direskrimum Polda Metro Jaya pada 10 Juni 2020. Kemudian sang istri ditetapkan tersangka bersama enam orang lainnya pada tanggal 19 November 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, penangkapan keduanya buntut Donny Wijaya selaku Dirut PT Sumber Batu Indah melakukan bujuk rayu terhadap korban bernama Maya Miranda Ambarsari dan suaminya Andreas Reza Nazarudin di Plaza Senayan pada bulan Desember 2018.


Ketika itu pelaku mengajak korban kerja sama bisnis batubara dan solar dengan iming-iming akan memberi pembagian sebesar 70 persen per bulan dari total keuntungan. Korban, kata Yusri, ketika itu tergiur keuntungan besar yang dijanjikan oleh pelaku.

Selanjutnya pada 28 Januari 2019, Maya Miranda dan suaminya membiayai proyek batubara dan solar yang disodorkan pelaku. Atas perintah pelaku, uang sebesar Rp 6,9 miliar ditransfer korban ke rekening PT Sumber Muara Baru No 105800010123 Bank OCBC NISP.

Melihat korbannya mudah diperdaya, Donny kembali meminta korban uang sebesar Rp 24 miliar dengan penggelontoran uang ke rekening atas nama Donny Kriswanto pada 7 Mei 2019 sebesar Rp 4.357.008.000, 20 Mei 2019 sebesar Rp 2 850.000.000 dan 9 Juli 2019 Rp 3 miliar.

“Setahun berlalu, pada Oktober 2019, Donny Kriswanto hanya memberikan uang kepada Maya Miranda dan Andreas Reza sebesar Rp 1,5 miliar, yang didalilkan sebagai pembagian keuntungan, yang ternyata bersumber dari uang milik korban sendiri. Setelah berhasil membawa uang sebesar Rp 44 miliar," kata Yusri dalam keterangannya yang diterima wartawan, Jumat (22/1).

Setelah itu, pelaku menghilang dan sulit ditemui. Pelaku bahkan sempat menggelapkan uang titipan bantuan pembelian tanah dan pembangunan masjid di Sasak Kota Depok sebesar Rp 2,2 miliar.

Sejak awal, pelaku ternyata telah merencanakan kejahatannya dengan membuat KTP dan paspor palsu. Sebab berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku memiliki nama lain Donny Kriswanto, sesuai KTP yang dikeluarkan Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang diterbitkan pada tahun 2015.

Sedangkan nama Donny Wijaya berdasarkan KTP yang diterbitkan Desa Bulusan, Keceamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah tahun 2013. Berdasarkan fakta ini, kata Yusri, pelaku dikenakan pidana tambahan dengan dijerat pasal pemalsuan.

Sementara, kuasa hukum korban, Mahatma Mahardhika mengatakan, pelaku pandai memanfaatkan kelemahan kliennya yang mudah luluh bila didekati dengan santun.

Sebelum menjalankan aksinya, kata Mahatma, pelaku memakai pendekatan relegius, berpenampilan alim, dan sopan. Setiap datang ke rumah korban di bilangan Pondok Indah, kata Mahatma, Donny alias Donny Kriswanto selalu menumpang shalat, bahkan mengaji.

Atas kejahatan pelaku, kata Mahatma, kliennya kemudian membuat laporan polisi, dan membawa pasutri Donny Wijaya-Kurnia Mochtar ke sel tahanan Direskrimum Polda Metro Jaya dan dijerat pasal penipuan, penggelapan, dan TPPU.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya