Berita

Ilustrasi banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan/Net

Politik

Adhie Massardi: Indonesia Kelabakan Hadapi Bencana Karena Tidak Punya Disaster Management

KAMIS, 21 JANUARI 2021 | 23:48 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Letak geografis yang berada pada dua lempengan bumi membuat Indonesia menjadi negara yang sangat rawan dilanda bencana.

Namun demikian dalam setiap kejadian bencana, pemerintah selalu terkesan kelabakan.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhi Massardi mengatakan ketidaksiapan pemerintah karena hingga saat ini tidak ada sistem manajemen penanganan bencana yang disiapkan secara matang.


"Penyebabnya karena kita tidak punya manajemen bencana (Disaster Managemen)," kata Adhie dalam diskusi virtual 'Membaca Bencana Lewat Politik' yang digelar Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/1).

Juru bicara presiden di era Abdurrahman Wahid ini menjelaskan, ia pernah menyusun Disaster Managemen tersebut saat Gusdur menjadi presiden.

Hal yang sama menurutnya saat ini juga perlu dilakukan karena pada dasarnya bencana di Indonesia secara garis besar hanya terjadi pada tiga kejadian yang berulang yakni banjir, gempa bumi dan longsir serta kebakaran hutan.

Ia mencontohkan Jepang sebagai negara yang rawan dilanda tsunami dahsyat tapi teratasi dengan baik karena memiliki manajeen bencana yang maju.

Secara khusus soal bencana banjir di Kalimantan Selatan, menurut Adhi menjadi gambaran betapa upaya pencegahan dan penanggulangan bencana sangat butuh perbaikan.

"Bencana di Kalimantan Selatan menjadi bukti tata kelola sumber daya alam kita sangat parah, sama dengan tata kelola ekonomi, hukum dan lainnya. Menggabungkan bagian pengawasan dan pengelolaan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi bencana karena para penjahat lingkungan hidup akan semakin leluasa," ujarnya.

Ironisnya, tidak ada satupun penjahat lingkungan hidup yang ada dibawa ke persidangan.

"Kembali ke masalah itu, karena penjahatnya orang dalam lingkup oligarki itu sendiri, sehingga kalau satu terseret semua bisa ikut terseret," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya