Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Kepada Komisi VI, Erick Thohir Ceritakan Kerja Penanganan Covid-19 Hingga Dipilihnya Vaksin Sinovac

RABU, 20 JANUARI 2021 | 16:37 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan kepada Komisi VI DPR RI soal tugas dari Presiden Joko Widodo untuk menangani Covid-19.

Erick Thohir menceritakan dia bekerja untuk penanggulangan Covid-19 dengan bekerjasama antar lembaga yakni Kementerian PUPR dengan meminta fasilitas Wisma Atlet untuk menjadi RS Darurat Covid-19.

Kemudian, kerjasama bersama TNI dan Polri dalam melaksanakan operasi masker.

“Saat itu (harga) masker saat tinggi, tetapi kita coba dengan jaringan Kimia Farma menjual masker di harga Rp 2.500 perak hanya boleh beli lima perorang. Waktu itu dalam kondisi normal sekarang masker menjadi stabilitas baru dan inilah salah satu fungsi dsripada BUMN,” ujar Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1).

Selain itu, Kementerian BUMN di bawah Erick Thohir telah melakukan inovasi, penemuan alat kesehatan lokal, seperti pembuatan ventilator dan lainnya.

“Kita juga berterimakasih kementerian lain dan para swasta yang akhirnya sekarang sudah terjadi pembelian alat kesehatan lokal, kemudian sudah diumumkan misalnya Genose,” imbuhnya.

Erick menambahkan saat Indonesia kesulitan obat, saat ini telah mampu memproduksi obat Favipiravir yang merupakan obat pertama ketika Indonesia terkena Covid-19 dan menjadi standarisasi nasional dalam pengobatan.

“Dan tentu ada obat-obat berikutnya tapi obat pertama ini sudah menjadi standarisasi, ketika dalam kondisi tertentu papiravir masuk dan ini sudah menjadi standarisasi,” urainya.

Lantas, BUMN diminta Menkeu Sri Mulyani melakukan penjajakan vaksin dengan merujuk pada dua negara yaknk Uni Emirat Arab dan China.

“Kenapa dua negara tujuan yang saat itu UAE dan China? Karena sejak awal kita mengontak para pembuat vaksin dari negara Eropa dan Amerika responnya sangat rendah, itu ada buktinya, bisa kita paparkan,” ucapnya.

Selain itu, pemilihan dua negara ini juga lantaran Indonesia memiliki hubungan dagang yang kuat.

“Kunjungan bapak presiden di bulan november ke UAE salah satunya kerjasama waktu itu PLN bersama Mazda kita membangun energi terbarukan di Cirata. Ataupun hubungan dagang dengan China pada saat itu terbukti bagaimana China sendiri membantu ekspor Indonesia masuk ke China,” tandasnya.

Populer

Aktivis Myanmar: Kami Menentang Dan Mengutuk Indonesia Atas Rencana Mengirimkan Utusan Ke Burma

Rabu, 24 Februari 2021 | 08:14

Guru Besar Atomi University Jepang: Indonesia Salah Satu Benteng Demokrasi Di Asia Tenggara, Sayangnya Mundur

Senin, 22 Februari 2021 | 20:17

Sudah Di Meja Jokowi, Jaksa Agung ST Burhanuddin Dikabarkan Salah Satu Yang Bakal Dicopot

Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:42

Andi Arief: Ternyata Ada Dendam PDIP Terhadap SBY Sebagai Menantu Jenderal Sarwo Edhie Wibowo

Rabu, 17 Februari 2021 | 20:17

Politisi PDIP Doakan Anies Binasa, Andi Sinulingga: Apakah Yang Begini Tidak Diproses?

Senin, 15 Februari 2021 | 12:37

Pindah Ibu Kota Tidak Sesuai Dengan Omongan Jokowi ‘Atasi Banjir Lebih Mudah Jika Jadi Presiden’

Senin, 22 Februari 2021 | 08:54

Jokowi Dikerubung Warga, Iwan Sumule: Rakyat Dihukum, Rakyat Diminta Maklum

Selasa, 23 Februari 2021 | 22:53

UPDATE

Tokoh Muda Sarat Pengalaman, Alasan Akbar Tanjung Dukung Dave Laksono Jadi Ketum Kosgoro 1957

Kamis, 25 Februari 2021 | 23:00

Gede Pasek Ungkit Janji SBY, Syahrial Nasution: Rombongan AU Bikin Demokrat Rusak

Kamis, 25 Februari 2021 | 22:59

Oknum Polisi Jual Senjata Ke KKB Papua, Nuning Kertopati Minta Pemerintah Perketat Perbatasan

Kamis, 25 Februari 2021 | 22:49

Komisi I DPR: OTT Jualan Konten Tapi Tak Bayar Pajak, Ini Tidak Adil

Kamis, 25 Februari 2021 | 22:39

Anggap KLB Upaya Mencomot Demokrat, Pengamat: Semua Yang KLB SK Kepengurusannya Ditandatangani Menkumham

Kamis, 25 Februari 2021 | 22:36

Elektabilitas Puan Belum Menonjol, Tapi Bisa 'Membahayakan' Jelang 2024

Kamis, 25 Februari 2021 | 22:20

Benarkan Rumahnya Digeledah, Ihsan Yunus PDIP Bungkam Ditanya Hilangkan Barang Bukti Suap Bansos

Kamis, 25 Februari 2021 | 22:15

Rampung Diperiksa 7,5 Jam, Ihsan Yunus: Semuanya Sudah Disampaikan Ke Penyidik

Kamis, 25 Februari 2021 | 21:55

BMI: Pak Moeldoko Minim Prestasi Dan Buruk Bagi Mental Kepemimpinan Demokrat

Kamis, 25 Februari 2021 | 21:33

Cek Ombak, Simulasi Lawan Anies Bisa Jadi Penentu Nasib Prabowo Di 2024

Kamis, 25 Februari 2021 | 21:07

Selengkapnya