Berita

Jurnalis Jamal Khashoggi/Net

Dunia

Dikubur Dalam-dalam Oleh Trump, Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi Digali Lagi Oleh Biden

RABU, 20 JANUARI 2021 | 13:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan baru Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang segera dilantik telah berkomitmen untuk membuka kembali kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Calon Direktur Intelijen Nasional (DNI), Avril Haines  mengatakan, dile intelijen terkait pembunuhan Khashoggi pada 2018 akan dibuka untuk dinilai oleh Kongres.

Hal itu disampaikan Haines selama sidang Kongres terkait pengangkatan dirinya pada Selasa (19/1). Haines diinterogasi oleh Senator dari Oregon, Ron Wyden untuk menanggapi seruan dari tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz.


Haines menegaskan bahwa ia akan secara mutlak mengikuti hukum.

"Ya, senator, tentu saja. Kami akan mengikuti hukum," tegas Haines, menjawab pertanyaan apakah ia akan merilis laporan tersebut.

Para aktivis hak asasi manusia selama ini mendesak AS untuk merilis laporan rahasia terkait pembunuhan Khashoggi sebagai langkah awal guna meminta pertanggungjawaban.

Itu karena pada Februari 2020, Presiden Donald Trump memblokir upaya komunitas intelijen untuk menyerahkan laporan tersebutk epada Kongres.

Dikutip dari The Guardian, jika laporan tersebut dibuka, maka kemungkinan pemerintahan Biden akan secara terbuka menyalahkan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) atas pembunuhan Khashoggi.

Khashoggi berusia 59 tahun saat dibunuh dan dimutilasi di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018. Ia adalah penduduk asli Arab Saudi yang tinggal di AS untuk bekerja di Washington Post dan kerap mengkritik MBS.

Sebelum dibunuh, agen Saudi mengunjungi Khashoggi untuk mendapat dokumen resmi terkait perceraiannya agar dapat menikahi Cengiz.

CIA menyimpulkan bahwa MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Tetapi Trump bersikeras melindungi MBS.

MBS pun membantah telah memerintahkan pembunuhan. Sementara jaksa penuntut umum Saudi menyatakan 21 dari 31 orang yang diselidiki ditangkap. Lima di antaranya adalah pejabat Saudi, termasuk Wakil Kepala Intelijen Ahmad Asiri dan Saud al-Qahtani.

Pada akhir 2019, lima orang, yang namanya tidak diketahui, dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan karena melakukan dan berpartisipasi langsung dalam pembunuhan Khashoggi, sedangkan tiga orang lainnya dijatuhi hukuman penjara karena menutupi kejahatan dan melanggar hukum selama total 24 tahun.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya