Berita

Komisaris PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) Daning Saraswati keluar dari KPK/RMOL

Hukum

Diperiksa Kasus Bansos Hingga Jam 10 Malam, Ini Yang Disampaikan Daning Saraswati

SELASA, 19 JANUARI 2021 | 23:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisaris PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) Daning Saraswati telah selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap bantuan sosial (Bansos) sembako untuk wilayah Jabodetabek 2020.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, Daning telah keluar dari ruang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pukul 22.30 WIB setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 13.25 WIB.

Selama menjalani pemeriksaan ini, Daning sempat dibawa penyidik KPK dengan menggunakan mobil penyidik ke sebuah tempat.

"Untuk mengkonfirmasi lebih jauh terkait apa yang diketahui oleh yang bersangkutan terkait dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini, maka tim penyidik KPK mengantarkan saksi ke suatu tempat untuk mengambil beberapa dokumen yang terkait dengan perkara ini," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Selasa sore (19/1).

Daning pun keluar bersama penyidik pada pukul 15.52 WIB dan kembali ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada pukul 18.28 WIB.

Saat kembali ke Gedung Merah Putih itu, Wanita yang memiliki rambut warna hitam dan tergerai ke bawah ini juga diam tidak menyampaikan apa-apa.

Dia hanya mengelus dada saat ditanya terkait dokumen yang diambil penyidik.

Setelah menjalani pemeriksaan, Daning yang mengenakan kemeja warna biru muda ini pun juga tidak mengungkap materi pemeriksaan maupun terkait dokumen yang diserahkan kepada penyidik.

"Makasih ya," singkat Daning usai memilih diam dan menunduk sembari berjalan saat dilontarkan beberapa pertanyaan oleh wartawan, Selasa malam (19/1).

Sementara itu, kuasa hukum Daning, Sahat Ambarita mengatakan, pihaknya berjanji akan menyampaikan soal dokumen yang diamankan penyidik.

"Nanti saya sampaikan ya," singkat Sahat.

PT Rajawali Parama Indonesia sendiri disebut sebagai perusahaan yang sengaja dibentuk untuk menampung proyek bansos di Kementerian Sosial (Kemensos).

PT RPI juga disebut sebagai perusahaan milik tersangka Matheus Joko Santoso (MJS) yang juga merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos.

Juliari yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP PDIP ini telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK pada Minggu (6/12).

Selain Juliari, KPK juga menetapkan tersangka lainnya. Yaitu, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos yang juga tersangka penerima suap.

Sedangkan tersangka pemberi suap adalah, Ardian Iskandar Maddanatja (AIM) selaku Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama dan Harry Sidabuke (HS) selaku swasta.

Dalam perkara ini, Juliari diduga menerima fee sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket sembako.

Juliari diduga telah menerima uang suap sebesar Rp 17 miliar yang diberikan oleh tersangka Matheus Joko Santoso sebanyak dua kali.

Yaitu, pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama sebesar Rp 8,2 miliar. Dan pada periode kedua sebesar Rp 8,8 miliar.

Populer

Aktivis Myanmar: Kami Menentang Dan Mengutuk Indonesia Atas Rencana Mengirimkan Utusan Ke Burma

Rabu, 24 Februari 2021 | 08:14

Guru Besar Atomi University Jepang: Indonesia Salah Satu Benteng Demokrasi Di Asia Tenggara, Sayangnya Mundur

Senin, 22 Februari 2021 | 20:17

Sudah Di Meja Jokowi, Jaksa Agung ST Burhanuddin Dikabarkan Salah Satu Yang Bakal Dicopot

Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:42

Andi Arief: Ternyata Ada Dendam PDIP Terhadap SBY Sebagai Menantu Jenderal Sarwo Edhie Wibowo

Rabu, 17 Februari 2021 | 20:17

Politisi PDIP Doakan Anies Binasa, Andi Sinulingga: Apakah Yang Begini Tidak Diproses?

Senin, 15 Februari 2021 | 12:37

Pindah Ibu Kota Tidak Sesuai Dengan Omongan Jokowi ‘Atasi Banjir Lebih Mudah Jika Jadi Presiden’

Senin, 22 Februari 2021 | 08:54

Jokowi Dikerubung Warga, Iwan Sumule: Rakyat Dihukum, Rakyat Diminta Maklum

Selasa, 23 Februari 2021 | 22:53

UPDATE

Adi Prayitno: Prabowo Figur Kunci Peta Pilpres 2024

Kamis, 25 Februari 2021 | 15:13

Rapat Bersama Bupati Pamekasan, Ketua DPD Bicara Kekuatan Ekonomi Daerah Hingga Provinsi Madura

Kamis, 25 Februari 2021 | 15:11

KPK Sidik Kasus Dugaan Korupsi Pengaturan Barang Kena Cuka Di Kabupaten Bintan, Tersangka Belum Diumumkan

Kamis, 25 Februari 2021 | 15:05

Berencana Bikin Resultante Baru Terkait UU ITE, Mahfud MD: Jangan Alergi Berdiskusi

Kamis, 25 Februari 2021 | 15:04

Ihsan Yunus PDIP Bungkam Pada Wartawan Saat Penuhi Panggilan KPK

Kamis, 25 Februari 2021 | 15:03

Seseorang Mengaku Komandan Satgas Rajawali Demokrat Hadir Di Jumpa Pers Darmizal Cs

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:55

Bripka CS, Pelaku Penembakan Di Kafe Cengkareng Dipecat Tidak Hormat

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:53

Indonesia Tuan Rumah KTT G20 2022, Kadin Optimis Jadi Momen Pemulihan Ekonomi

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:52

Transaksi PaDi Capai Rp 11,4 T, Akumindo: Terobosan Kementerian BUMN Bagi UMKM Di Masa Pandemi

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:49

Jawab SBY, Organisasi Sayap Demokrat Anggap KLB Adalah Jalan Keluar Selamatkan Partai

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:38

Selengkapnya