Berita

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dan istrinya Yulia Navalnaya keluar dari pesawat setelah tiba di bandara Sheremetyevo di Moskow, Rusia 17 Januari 2021/Net

Dunia

Dikeroyok PBB Dan Negara-negara Barat Karena Tangkap Navalny, Rusia: Silakan Atasi Masalah Anda Sendiri

SENIN, 18 JANUARI 2021 | 20:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara Barat mendesak Rusia untuk segera membebaskan politisi oposisi Alexei Navalny yang baru saja ditangkap di Bandara Moskow, Minggu (17/1). Namun, jaksa penuntut di Rusia pada Senin (18/1) justru meminta hakim untuk memenjarakan Navalny selama 30 hari,dan meminta negara-negara barat itu untuk mengurus urusan mereka sendiri.

Navalny ditangkap ketika baru saja mendarat di Moskow untuk pertama kalinya sejak dia diracuni pada musim panas lalu.

Empat petugas polisi yang menggunakan masker menahan Navalny di pemeriksaan paspor di bandara pada Minggu malam. Navalny diduga diracuni dengan Novichok, agen saraf yang paling berbahaya. Kremlin dianggap terlibat dalam peristiwa peracunan itu, namun hal itu telah dibantah mentah-mentah.


Sidang pengadilan pada Senin, yang sebagian disiarkan langsung oleh sekutu Navalny, memutuskan untuk menahannya sampai pengadilan berikutnya memutuskan hukuman untuknya.

Navalny, yang ditahan, mengunggah sebuah video dari dalam kantor polisi, mengeluhkan bahwa sidang terhadapnya adalah 'tingkat pelanggaran hukum tertinggi. Ia mengecam Presiden Vladimir Putin, menuduhnya melemparkan fitnah.

Sekitar 200 ratus pendukung Navalny berkumpul di luar kantor polisi yang saat itu berada dalam suhu minus 18 derajat Celcius. Para pendukung menuntut Navalny dibebaskan, menurut laporan Reuters, Senin (18/1).

Beberapa negara tetangga, seperti Lithuania, Latvia dan Estonia, mengatakan mereka ingin para menteri luar negeri Uni Eropa membahas sanksi erhadap Rusia atas penahanan Navalny.

Para menteri luar negeri Jerman, Inggris, Prancis dan Italia sebelumnya telah menyerukan pembebasan Navalny dan Menteri Luar Negeri Ceko Tomas Petricek mengatakan dia ingin blok itu membahas kemungkinan sanksi.

Ini membuat Rubel melemah karena investor cemas dan mempertimbangkan risiko sanksi baru terhadap Moskow.

Jake Sullivan, salah satu pembantu utama Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan kepada Moskow untuk membebaskan Navalny, dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dia sangat terganggu dengan penangkapan itu.

Namun, kemarahan negara-negara barat dipandang sebagai pengalihan masalah domestik mereka. Sergei Lavrov, menteri luar negeri Rusia, mengatakan bahwa Moskow tidak terpengaruh oleh potensi kerusakan pada citranya.

"Kami mungkin harus memikirkan citra kami, tapi kami bukan wanita muda yang pergi ke pesta," kata Lavrov kepada wartawan, menegaskan bahwa negaranya tidak mudah terpancing oleh 'keroyokan' barat.

Senada dengan Lavrov, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menyerukan agar semua pihak menghormati hukum internasional.

"Hormati hukum internasional, jangan melanggar undang-undang nasional negara berdaulat dan atasi masalah di negara Anda sendiri," ujar Maria Zakharova di akun Facebooknya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya