Berita

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif/Net

Dunia

AS Kirim B-52 Patroli Di Timur Tengah, Iran: Seharusnya Miliaran Dolar Itu Untuk Kesehatan Pembayar Pajak

SENIN, 18 JANUARI 2021 | 08:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran dibuat geram dengan langkah Amerika Serikat (AS) yang mengirim pesawat pengebom B-52 untuk berpatroli di Timur Tengah.

Dua pesawat B-52 milik AS dilaporkan terlihat di wilayah udara Israel menuju Teluk Persia pada Sabtu (16/1). Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan patroli tersebut merupakan misi kelima dari Satgas Pengebom ke Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir.

"Pengerahan aset strategis jangka pendek adalah bagian penting dari postur pertahanan kami di kawasan," kata Kepala CENTCOM, Jenderal Frank McKenzie.


"Kesempatan pelatihan dan integrasi berkelanjutan dengan mitra regional meningkatkan kesiapan dan menyampaikan pesan yang jelas dan konsisten dalam lingkungan operasional kepada teman dan musuh potensial," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Minggu (17/1) memberikan kecamannya lewat Twitter.

"Jika 'patroli kehadiran' B-52H Anda dimaksudkan untuk mengintimidasi atau memperingatkan Iran. Anda seharusnya membelanjakan miliaran dolar itu untuk kesehatan pembayar pajak," cuit Zarif, seperti dikutip Sputnik.

"Meskipun kami belum memulai perang lebih dari 200 tahun terakhir, kami tidak segan-segan menghancurkan agresor. Tanyakan saja kepada BFF (teman baik) Anda yang mendukung Saddam," ujarnya yang tampak mengacu pada Irak.

Kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah telah banyak memicu kekhawatiran Iran. Pada Desember 2020, Iran mengecam AS ketika kapal selam bertenaga nuklir USS Georgia menyeberangi Selat Hormuz.

Iran juga sudah berulang kali menyerukan untuk menarik pasukan AS di Timur Tengah, termasuk Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya