Berita

Presiden Palestina Mahmoud Abbas/Net

Dunia

Survei: 52 Persen Warga Palestina Memandang Pemilu Akan Berjalan Dengan Tidak Adil

SENIN, 18 JANUARI 2021 | 07:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketika Palestina bersiap menghadapi pemilu, yang pertama sejak 15 tahun, sebagian besar warganya justru bersikap skeptis dan memandang bahwa pemilihan tidak akan berjalan seperti impian mereka.

Hal itu terlihat dari hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina, di mana sebanyak 52 persen warga berpikir pemilu yang akan diadakan dalam kondisi sekarang tidak akan adil dan bebas.

Sebanyak 76 persen warga berpikir bahwa jika Hamas menang, maka Fatah, partai yang dipimpin oleh Abbas, tidak akan menerima hasil tersebut. Sedang 58 persen warga percaya jika Fatah menang, makan Hamas akan menolaknya.


Presiden Mahmoud Abbas mengatakan pada hari Jumat bahwa pemilihan parlemen dan presiden akan diadakan akhir tahun ini dalam upaya untuk menyembuhkan perpecahan yang sudah berlangsung lama.

Uni Eropa menyambut baik pengumuman pemilihan tersebut dan menyatakan dukungannya untuk ikut terlibat.

"Uni Eropa siap untuk terlibat dengan para aktor yang relevan untuk mendukung proses pemilihan. Uni Eropa juga menyerukan kepada pihak berwenang Israel untuk memfasilitasi penyelenggaraan pemilihan di seluruh wilayah Palestina," kata juru bicara Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan dalam sebuah pernyataan.

Namun, analis politik veteran Tepi Barat Hani al-Masri, mengungkapkan bahwa akan banyak halangan yang ditemui negara itu dalam proses pemilihan.

"Kami telah mengambil langkah penting tetapi jalan kami masih panjang," katanya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (17/1).

"Hambatan besar tetap. Jika tidak segera diatasimaka seluruh operasi pasti akan gagal," tekannya.

Menurutnya, rintangan itu termasuk ketidaksepakatan dalam Hamas dan Fatah - yang telah lama menjadi faksi dominan di payung Organisasi Pembebasan Palestina.

Belum dijelaskan mekanisme apa yang akan diterapkan untuk memastikan pemilihan bisa bejalan dengan baik dan bebas, juga apakah pengamat internasional akan ambil bagian dalam mekanisme ini.

Namun, pemilihan itu dilihat untuk memberi kesan positif dari presiden terpilih AS Joe Biden. Palestina saat ini ingin tengah berupaya memperbaiki hubungan diplomasi dengan AS setelah berada di titik terendah di bawah pemerintahan Donald Trump.

Pejabat Israel belum memberikan komentarnya terhadap rencana pemilihan itu. Belum juga diketahui dengan pasti di mana pemilihan akan berlangsung dan apakah Israel akan mengizinkan kegiatan pemilihan itu berlangsung di Yerusalem Timur, seperti yang telah dilakukan sebelumnya.

Warga Palestina sendiri menginginkan pemilu digelar di sana, begitu pula Tepi Barat dan Gaza.

"Kami memiliki alternatif lain, dan yang penting adalah orang-orang dari Yerusalem dapat ikut serta dalam pemilihan," kata Hanna Nasir, ketua Komite Pemilihan Pusat Palestina.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya