Berita

Papan nama di pangkalan Yongsan/Net

Dunia

Belasan Tentaranya Terinfeksi Virus Corona, Dua Pangkalan AS Di Korea Selatan Perketat Pengawasan

SABTU, 16 JANUARI 2021 | 20:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan (USFK),  menerapkan pengawasan ketat di dua pangkalan terbesar miliknya, US Army Garrison Yongsan dan Camp Humphreys, mulai Sabtu (16/1) hingga Selasa (19/1). Pengawasan ketat itu dilakukan pasca belasan tentara dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Camp Humphreys yang terletak di Pyeongtaek, Seoul, merupakan pangkalan militer AS terbesar di luar negeri, menampung anggota USFK, ribuan tentara lainnya, pekerja sipil, serta anggota keluarga mereka.

Reuters melaporkan pada Sabtu (16/1), hingga saat ini belum  jelas berapa banyak kasus yang telah dilaporkan di dua pangkalan itu. Namun,  Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan bahwa total 18 orang yang terkait dengan pangkalan AS di Seoul sejauh ini dinyatakan positif.


Penemuan klaster baru tersebut terjadi di tengah vaksinasi Covid-19 yang saat ini sedang diberikan kepada pasukan AS di negara itu.

Pada Jumat (15/1) malam waktu setempat, Korea Selatan melaporkan 580 kasus baru infeksi virus corona, sehingga total infeksi di negara itu menjadi 71.820, dengan 1.236 kematian.

Lebih dari 60 persen kasus yang ditularkan di dalam negeri berasal dari Seoul dan daerah sekitarnya.

Dalam pernyataan terbarunya pada Sabtu (16/1), Menteri Kesehatan Kwon Deok-cheol mengatakan bahwa Korsel akan memperpanjang pedoman jarak sosial di ibu kota berpenduduk padat dan daerah sekitarnya selama dua minggu ke depan.

“Meski kami telah menghentikan penyebaran gelombang ketiga dan pandemi telah mengalami penurunan,  kami masih belum bleh lengah” kata Kwon.

Pembatasan mencakup larangan pertemuan pribadi lebih dari empat orang dan menutup sebagian besar bangunan dan toko pada pukul 9 malam.  Beberapa tempat terpaksa ditutup seperti gym dan bar karaoke, namun mereka akan kembali beroperasi jika diterapkan dengan ketat segala tindakan pencegahan, kata Kwon.

Otoritas kesehatan juga mendesak orang untuk tinggal di rumah selama liburan Tahun Baru Imlek yang akan datang pada awal Februari, ketika biasanya orang secara tradisional melakukan perjalanan untuk berkumpul bersama dengan keluarga.

Korea Selatan, yang telah menghentikan penguncian total atau perintah tinggal di rumah, telah mengalami gelombang infeksi terbesar dalam beberapa pekan terakhir, dengan rekor 1.241 kasus dalam satu hari selama liburan Natal.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya