Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tarik Minat Turis Asing, Thailand Perbolehkan Restoran Gunakan Ganja Sebagai Pelengkap Bahan Makanan

SABTU, 16 JANUARI 2021 | 14:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah restoran di Thailand melakukan terobosan baru demi menarik pelanggannya. Terobosan baru ini juga diharapkan bisa menarik para pelancong asing untuk mampir dan mencicipi menu masakan mereka.

Restoran itu memiliki menu ‘roti cekikikan’ dan ‘salad menari dengan gembira’. Nama yang unik, karena bagi yang mencicipi menu itu, menurut pengelola restoran, akan merasakan sensasi yang menyenangkan. Terang saja, karena menu dibuat dari bahan dasar campuran daun ganja.

Restoran di Rumah Sakit Chao Phya Abhaibhubejhr di Prachin Buri mulai menyajikan makanan bercampur daun ganja itu pada bulan ini, setelah Thailand mencabut daftar ganja sebagai narkotika, memungkinkan perusahaan resmi negara untuk membudidayakan tanaman tersebut.


“Daun ganja, jika dimasukkan ke dalam makanan atau bahkan dikonsumsi dalam jumlah kecil, akan membantu pasien pulih lebih cepat dari penyakitnya,” kata Pakakrong Kwankao, pemimpin proyek di rumah sakit tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (16/1).

"Daun ganja dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat orang tidur dengan nyenyak dalam suasana hati yang baik,” lanjutnya.

Rumah sakit ini dikenal sebagai pelopor di Thailand untuk mempelajari ganja dan kemampuannya untuk menghilangkan rasa sakit dan kelelahan.

Thailand pada 2017 menjadi negara Asia Tenggara pertama yang melegalkan ganja untuk penggunaan medis dan sejak itu membuka banyak klinik medis mariyuana.

Menu lain yang ditawarkan restoran ini adalah 'sup babi yang bahagia', 'roti goreng dengan daging babi dan daun mariyuana', serta 'salad daun ganja renyah' yang disajikan dengan daging babi giling dan sayuran cincang.

Wakil Menteri Pendidikan Thailand Kanokwan Vilawan mengatakan langkah selanjutnya adalah menawarkan masakan Thailand yang terkenal untuk menjangkau khalayak internasional.

“Kami berencana menambahkan lebih banyak (ganja) ke masakan Thailand yang sudah terkenal, seperti sup kari hijau, untuk lebih mendongkrak popularitas hidangan ini” kata Kanokwan.

Beberapa negara menggolongkan tumbuhan ganja sebagai narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan.

Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu. Ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berpikir kreatif.

Itu semua tergantung kadar tetrahidrokanabinol yang terkandung dalam ganja. Semakin tinggi kadar tetrahidrokanabinol di dalam ganja, maka semakin besar perubahan otak yang terjadi dan risiko kecanduan pun semakin meningkat.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya