Berita

Pemimpin oposisi Uganda Bobi Wine/Net

Dunia

Bobi Wine Tolak Hasil Sementara Pemilu Uganda Yang Dimenangkan Petahana Yoweri Museveni

SABTU, 16 JANUARI 2021 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemimpin oposisi Uganda Bobi Wine mengklaim bahwa dirinya telah memenangkan pemilihan presiden yang berlangsung pada Kamis (14/1) waktu setempat.

Dalam pernyataannya pada Jumat (15/1), ia menolak hasil awal yang disebutnya 'benar-benar palsu', di mana petahana Presiden Yoweri Museveni unggul telak atas dirinya.

Dilaporkan AFP, Sabtu (16/1), Museveni memperoleh 62 persen suara sementara penantang utama  Bobi Wine tertinggal dengan 30 persen dengan sekitar 37 persen suara dihitung.


Wine dalam pernyataannya menuding adanya kecurangan dalam pemilihan, seperti pengisian kotak suara, dan menuding adanya pemukulan dan pengusiran terhadap perwakilan pemungutan suara partainya di bagian utara dan barat Uganda.

"Saya sangat yakin bahwa kami telah mengalahkan diktator sejauh ini. Saya menyerukan kepada semua orang Uganda untuk menolak pemerasan itu. Kami pasti telah memenangkan pemilihan dan sejauh ini kami memenangkannya," kata Wine kepada wartawan.

"Apa pun yang dideklarasikan adalah tipuan total, kami menolaknya dan kami memisahkan diri dengannya."

Sudah tiga hari koneksi internet di Uganda terputus sejak dimulainya jajak pendapat pada Kamis (14/1).

Saat hasilnya masuk, Wine mengatakan dalam sebuah wawancara di rumahnya bahwa tentara telah melompati pagar perimeter kompleksnya dan memukuli penjaga keamanannya sebelum mengambil posisi di sekitar rumahnya.

"Mereka melompati pagar saya. Mereka masuk ke dalam kompleks saya. Mereka ada di sini sekarang. Saya tidak tahu mengapa mereka ada di sini. Tapi saya membayangkan mereka di sini untuk menyakiti saya. Saya merasa terancam," kata pria 38 tahun itu.

Dia mengatakan bahwa dirinya menghadapi tentara-tentara itu, yang sesekali mengacungkan pistol ke arahnya dan jurnalis, dan menolak untuk menanggapi atau pergi.

Sementara, wakil jurubicara militer, Deo Akiiki, mengatakan tentara berada di sana untuk memberikan keamanan dan telah menghentikan tiga orang yang mencoba untuk menerobos masuk.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya