Berita

Adnan Oktar alias Harun Yahya/Net

Dunia

Tidak Beralasan Menghubung-hubungkan Harun Yahya Dengan Fethullah Gulen

JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 21:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Adnan Oktar alias Harun Yahya divonis 1.000 tahun lebih penjara oleh Pengadilan Turki.

Dia sebelumnya dibekuk oleh aparat kepolisian Istanbul Turki atas tuduhan mendirikan organisasi kejahatan dan serangkaian tindakan kriminal lainnya pada 2018.

Dilansir dari laman First Post, Jumat (15/1), tokoh kontroversial yang menggunakan nama samaran Harun Yahya itu menolak tuduhan dihubungkan dengan Fethullah Gulen.


Dia bahkan menyatakan dukungan kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan sejak lama. Karenanya, menghubung-hubungkan antara Harun Yahya atau Adnan Oktar dengan ulama Fethullah Gulen sama sekali tidak beralasan.

Karena tidak ada hubungan antara gerakan Gulen dengan Harun Yahya, dan bisa diduga hal ini untuk mengotori nama baik Fethullah Gulen.

Gerakan Gulen selama ini selalu mengutamakan perdamaian serta toleransi yang mereka kembangkan di seluruh dunia, sehingga jika dikaitkan denga Harun Yahya merupakan satu fitnah yang sengaja dilakukan.

"Setiap kali Erdogan terpojok maka isu komunitas Gulen dijadikan sebagai senjata," ujar profesor hubungan antaragama di Universitas Duke, Carolina, AS, beberapa waktu lalu.

Dilansir Middle East Eye, pada sekitar tahun 90-an Adnan Oktar bersama pengikutnya pernah menyatakan dukungan kepada Necmettin Erbakan, seorang politikus konservatif, mantan Perdana Menteri dan mantan Ketua Partai Kesejahteraan, yang kemudian berubah menjadi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang kini berkuasa dan dipimpin oleh Presiden Erdogan.

Karenanya, saat ditangkap pada 11 Juli 2018, Adnan Oktar mengaku terkejut karena dia merupakan pendukung Erdogan dalam pemilihan Juni sebelumnya. Dia merasa yakin jika Presiden Erdogan tidak mengetahui operasi penangkapannya.

"Saya mencintai Erdogan dengan hati dan jiwa saya, dia orang yang jujur, saya sampaikan dukungan penuh saya kepada beliau sejak dulu. Saya tidak akan membiarkan orang-orang menentang dia, saya akan mempertahankan dia dengan jiwa dan raga saya," katanya.

Harun Yahya ditangkap polisi pada 2018 atas berbagai dakwaan, di antaranya pelecehan seksual anak. Media Hurriyet melaporkan, penangkapan Harun Yahya dilakukan di rumah mewahnya di Cengelkoy, sisi Asia kota Istanbul.

Ia ditangkap Kepolisian Istanbul, Turki, bersama sekitar 166 pengikutnya dan 100 di antaranya adalah perempuan.

Sederet tuduhan yang dihadapi Oktar antara lain hubungan seksual dengan anak di bawah umur, penculikan anak-anak, pelecehan seksual, pemerasan, menahan orang sebagai tawanan, ancaman, spionase politik dan militer, penipuan dengan mengeksploitasi perasaan dan keyakinan agama.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya