Berita

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera dalam diskusi virtual Indonesia Leader Talks/RMOL

Politik

Mardani Ali Sera: Siapa Pun Kapolrinya Harus Rukun Dengan Ulama

JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 22:56 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Latar belakang agama seorang Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) bukan menjadi hal yang patut dipermasalahkan. Terpenting pada praktiknya, sosok yang ditunjuk harus dekat dengan seluruh pemuka agama.

Hal tersebut ditekankan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera dalam diskusi virtual Indonesia Leader Talks, bertema 'Kapolri: Titipan atau Idaman?', Jumat malam (15/1).

Ia menjelaskan, publik tak perlu lagi menilai seorang Kapolri berdasarkan agama yang dianut, melainkan lebih kepada rekam jejak kinerjanya sebagai anggota Polri.


“Sudah saatnya kita lihat seseorang itu berbasis (rekam jejak). Boleh jadi muslim, tapi (kalau) dia kriminalisasi ulama?” kata Mardani.

Saat ini, publik tengah menunggu hasil fit and proper test calon Kapolri pilihan Presiden Joko Widodo, yakni Komjen Listyo Sigit Prabowo.

“Kita berdoa siapa pun Kapolri nanti, dia harus rukun dengan ulama, tidak ada kriminalisasi terhadap ulama, dan yang paling utama betul-betul menegakkan hukum dengan adil,” katanya.

Nantinya, Komjen Sigit yang sebelumnya menjabat Kabareskrim Polri ini diharapkan mampu menghapus mindset bahwa polisi jujur hanyalah 'polisi tidur' dan Kapolri ke-5 RI, Hoegeng Iman Santoso yang sudah melekat di masyarakat.

“Enggak boleh lagi kita bilang cuma ada dua polisi yang jujur, Hoegeng sama 'polisi tidur'. Polisi sekarang harus jujur," tandasnya.

Dalam diskusi daring tersebut, turut hadir pula beberapa tokoh seperti politisi PKS, Muhammad Nasir Djamil; pengamat politik, Rocky Gerung; dan peneliti senior LIPI, Prof Indria Samego.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya