Berita

Filipina perpanjang pembatasan perjalanan/Net

Dunia

Filipina Perpanjang Pembatasan Perjalanan Usai Temukan Varian Baru Virus Corona

JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 13:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Filipina telah memperpanjang larangan masuk bagi pelancong dari 32 negara untuk mengekang penyebaran varian baru virus corona, B.1.1.7, yang pertama kali terdeteksi di Inggris.

Satuan Tugas Antar Badan (IATF) pada Jumat (15/1) telah menyetujui rekomendasi untuk memperpanjang pembatasan perjalanan dari sejumlah negara, termasuk Inggris, Australia, China, Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Dengan perpanjangan tersebut, maka pembatasan perjalanan akan diberlakukan hingga 31 Januari.


Departemen Kesehatan pada Rabu (13/1) melaporkan kasus pertama varian baru Covid-19 Inggris di Filipina. Kasus itu melibatkan seorang pria Filipina yang tiba dari Uni Emirat Arab (UEA) pada 7 Januari.

Saat ini pria tersebut dikarantina di hotel. Tetapi UEA tidak termasuk ke dalam daftar 32 negara yang terkena pembatasan masuk.

Untuk memperkuat langkah pencehan penyebaran virus, jurubicara kepresidenan Harry Roque juga mengumumkan bahwa protokol pelacakan kontak diperketat menjadi "kontak generasi ketiga" dari kasus yang diketahui.

Semua kontak dekat yang teridentifikasi dari kasus-kasus tersebut akan dikarantina selama 14 hari di fasilitas khusus. Mereka yang ditemukan positif akan menjalani seluruh sekuensing genom, selain dari pengujian yang ditentukan dan protokol karantina.

IATF juga menyetujui untuk melanjutkan "pengawasan biosurvei genomik" mingguan di antara penumpang yang masuk dan kasus lokal, dengan prioritas diberikan kepada pasien yang dirawat di rumah sakit, pasien yang terinfeksi ulang dan mereka yang berada dalam kelompok.

Data dari Departemen Kesehatan menunjukkan, Filipina telah melaporkan 4.904.605 kasus dan 9.739 kematian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya