Berita

Presiden terpilih AS Joe Biden/Net

Dunia

Joe Biden Rilis Paket Stimulus Covid-19, Totalnya 1,9 Triliun Dolar AS

JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 09:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden merilis proposal paket stimulus Covid-19 senilai 1,9 triliun dolar AS atau setara dengan Rp 26.714 triliun (Rp 14.000/dolar AS).

Diumumkan pada Kamis (14/1), Biden mengatakan paket stimulus itu bertujuan untuk memajukan roda perekonomian dan mempercepat distribusi vaksin Covid-19.

"Krisis penderitaan manusia yang mendalam sudah terlihat jelas dan tidak ada waktu yang disia-siakan. Kita harus bertindak dan bertindak sekarang," ujar Biden di Delaware, seperti dikutip Reuters.


Paket bantuan itu termasuk 415 miliar dolar AS untuk mendukung tanggapan virus dan peluncuran vaksin Covid-19, 1 triliun dolar AS untuk bantuan langsung ke rumah tangga, dan sekitar 440 miliar dolar AS untuk usaha kecil.

Subsidi bantuan akan meningkat dari sebelumnya 600 dolar AS menjadi 1.400 dolar AS. Asuransi pengangguran juga bertambah dari 300 dolar AS menjadi 400 dolar AS per pekan, yang akan berlaku hingga September.

Tidak seperti Donald Trump yang sulit meloloskan bantuan sebesar 2.000 dolar AS, Biden tampaknya akan lebih mudah mengingat Demokrat mengusasi DPR dan Senat.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer dan Ketua DPR Nancy Pelosi bahkan menyebut paket bantuan Biden adalah pendekatan yang tepat dan berjanji untuk mulai mengerjakan UU.

Biden juga dikabarkan meminta Kongres untuk menaikkan upah minimum menjadi 15 dolar AS per jam, dan paket itu akan mencakup bantuan untuk memerangi kelaparan.

"Saya tahu apa yang baru saja saya gambarkan tidak datang dengan murah, tetapi kegagalan untuk melakukannya akan sangat merugikan kami," kata Biden.

Ia juga mengajak ekonom, lambaga keuangan, dan Wall Street untuk mendukung stimulus yang diberikan pemerintah sebagai investasi untuk memperkuat ekonomi.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya