Berita

Ekonom senior Rizal Ramli/Is

Politik

Rizal Ramli: Angin Surga Pemerintah, Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen Tidak Berbasis Data Kuat

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 18:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Angin surga yang dihembuskan pemerintah terkait kondisi perekonomian nasional di tahun 2021 bakal mengalami tren positif hingga 5,5 persen dinilai tidak realistis.

Sebab, angka-angka tersebut tidak memiliki basis data yang kuat.

Demikian disampaikan mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Pergerakan Indonesia Maju (PIM) bertajuk "Outlook 2021: National Economic Outlook" pada Kamis (14/1).


"Emang Pemerintah menjanjikan angin sorga, oh enggak, wong tahun 2021 bakal balik lagi ke 5,5 persen begini, begitu. Mohon maaf, janji sorga itu tidak ada basisnya," kata RR sapaan karib Rizal Ramli.

"Wong sebelum Covid-19 aja tumbuh cuma 5,1 persen. Ini kok Covid-19 masih tumbuh bisa 5,5 persen?" imbuhnya menegaskan.

Menurut RR, daya beli rakyat saat ini betul-betul hancur. Sebabnya, dalam analisa RR lantaran tidak ada pekerjaan gara-gara terdampak pandemi Covid-19.

"Tapi yang paling penting adalah daya likuiditas yang ada pada masyarakat disedot. Karena Pemerintah ngutang udah terlalu banyak. Artinya apa? Hanya untuk membayar bunga saja harus meminjam, makin lama makin berat," tuturnya.

"Karena dia meminjam dia harus nerbitkan SUN (Surat Utang Negara) terus tambahan makin lama makin besar. Apa yang terjadi? uang yang beredar di lembaga keuangan di masyarakat tersedot untuk beli SUN karena tingkat bunga SUN 2 persen lebih tinggi dari request itu," demikian RR.

Selain RR, narasumber lain dalam webinar Pergerakan Indonesia Maju antara lain; Managing Director PEPS, Jurnalis Senior sekaligus mantan Dirut PLN Dahlan Iskan, Ekonom Indef Didik Rachbini, Pengamat AEPI Salamudin Daeng.

Kemudian Wakil Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) Philips K Widjaya dan Ketua Umum DN-PIM Din Syamsuddin.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya