Berita

Alexei Navalny/Net

Dunia

Belum Kembali Ke Rusia, Alexei Navalny Masuk Daftar Buronan Nasional

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 16:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny masuk ke dalam daftar buronan nasional karena dituding melanggar ketentuan hukuman penjara yang ditangguhkan.

Salah satu pengacara Navalny, Vadim Kobzev mengatakan kliennya dimasukkan ke dalam daftar buronan nasional karena dinas penjara Rusia menuduhnya tidak melapor kepada mereka pada akhir tahun.

"Secara teori mereka dapat menahannya segera setelah dia tiba (di Rusia) tetapi awalnya hanya selama 48 jam," kata Kobzev, seperti dikutip Reuters.


Ia mengatakan, pengadilan akan mendengar rincian kasus pada 29 Januari dan dapat memutuskan hukuman penjara nyata kepada Navalny.

"Pengadilan dapat mengubah seluruh hukuman yang ditangguhkan menjadi hukuman nyata dan memberinya tiga setengah tahun penjara," kata Kobzev.

Pada Rabu (13/1), Navalny mengumumkan bahwa ia berencana untuk pulang ke Rusia pada Minggu (17/1) untuk pertama kalinya sejak ia diracuni pada Agustus.

Navalny menuding Kremlin bertanggung jawab atas insiden keracunannya oleh Novichok. Meski begitu, Kremlin telah membantah hal tersebut.

Pada akhir tahun, Layanan Penjara Federal (FSIN) Rusia memberikan ultimatum kepada Navalny untuk kembali sebelum tenggat waktu.

Navalny sendiri menjalani hukuman penjara tiga setengah tahun yang ditangguhkan atas kasus korupsi yang katanya bermotif politik. Masa percobaan Navalny berakhir pada 30 Desember.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya