Berita

Anggota Kongres dari Partai Republik yang baru terpilih , Marjorie Taylor Greene/Net

Dunia

Bela Trump, Politisi Republik Siap Makzulkan Biden Pada Hari Pertamanya Menjabat

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 15:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Anggota Kongres dari Partai Republik yang baru terpilih, Marjorie Taylor Greene menyatakan niatnya untuk memakzulkan Joe Biden setelah ia dilantik.

Greene mengatakan akan mengajukan pasal pemakzulan atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan kepada Biden pada hari pertamanya di Oval Office.

Niat itu disampaikan Greene dalam unggahan di akun Twitter-nya pada Rabu (13/1), setelah DPR yang dikuasai oleh Demokrat mengajukan pemakzulan Presiden Donald Trump.


"Pada 21 Januari 2021, saya akan mengajukan Pasal Pemakzulan terhadap Joe Biden atas penyalahgunaan kekuasaan," cuit Greene sembari dibubuhi dengan tagar #ImpeachBiden, #QuidProJoe, dan #BidenCrimeFamilly.

Dalam sebuah wawancara, Greene mengatakan, penyalahgunaan kekuasaan yang dimaksud terkait dugaan kasus korupsi yang menjerat anak Biden di Ukraina.

"Kami tidak dapat memiliki Presiden Amerika Serikat yang bersedia menyalahgunakan kekuasaan kepresidenan dan dengan mudah dibeli oleh pemerintah asing, perusahaan energi China, perusahaan energi Ukraina," ujar Greene.

"Saya tidak dapat membayangkan orang-orang di negara ini begitu takut akan masa depan kepresidenan Biden sehingga mereka mungkin bersedia melakukan kekerasan seperti yang mereka lakukan di Capitol di sini di Washington DC," lanjutnya.

"Rakyat Amerika membutuhkan harapan, mereka perlu tahu bahwa ada Partai Republik di Kongres yang bersedia membela dan berjuang untuk mereka terlepas dari minoritas, terlepas dari segala rintangan melawan kami," imbuhnya.

Greene diketahui sebagai seseorang yang mendukung kelompok QAnon dan menentang dukungan Demokrat terhadap gerakan Black Lives Matter.

Menurutnya, aksi protes itu telah banyak menyerang polilsi, menghancurkan bisnis, bahkan memakan korban jiwa.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya