Berita

Menko Polhukam, Mahfud MD saat jumpa pers di Kantor Kemnko Polhukam, Jakarta Pusat, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dengan Komnas HAM/Istimewa

Politik

Mahfud Turuti Perintah Presiden, Tidak Tutupi Dan Tindaklanjuti Seluruh Rekomendasi Komnas HAM Soal Tewasnya Laskar FPI

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 15:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) atas tragedi tewasnya enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) telah disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo.

Usai melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi dan tujuh Komioner Komnas HAM siang tadi, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengaku mendapat perintah dari Kepala Negara untuk menindaklanjuti hasil investigasi sesuai rekomendasi.

"Tadi Presiden (Jokowi) sesudah bertemu lama dengan beliau-beliau bertujuh (Komisioner Komnas HAM) ini mengajak saya bicara, yang isinya itu mengharap dikawal agar seluruh rekomendasi Komnas HAM itu ditindaklanjuti. Ndak boleh ada yang disembunyikan," ujar Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (14/1).


Sebagai contoh, Mahfud menyebutkan satu hasil investigasi dan rekomendasi Komnas HAM dari tragedi tewasnya enam Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek Desember 2020 lalu.

"Jadi apa (rekomendasi Komnas HAM)? Satu, bahwa sudah terjadi unlawful killing di mobil. Nanti diungkap di pengadilan mengapa itu terjadi dan bagaimana terjadinya," ungkapnya.

Selain itu, Mahfud juga menyebutkan satu rekomendasi lainnya yang harus ditindaklanjuti pemerintah, karena ditemukan satu fakta melawan hukum dari hasil investigasi Komnas HAM.

"Kedua, bahwa ada kelompok sipil yang membawa senjata api, senjata rakitan, dan senjata tajam yang jelas telah dilarang oleh undang-undang. Itu sudah ada gambarnya semua di sini (dokumen Komnas HAM). Ada di titik berapa, bahkan kalau laporan komnas HAM tadi seumpama aparat itu tidak dipancing, tidak akan terjadi (tewasnya 6 Laskar FPI)," ungkap Mahfud.

"Karena, Habib Rizieqnya sudah jauh (dari lokasi tewasnya 6 Laskar FPI). Tapi ada komando tunggal di situ, 'pepet, tabrak', dan sebagainya. Ada di sini. komando dengan suara rekamannya di situ. Nanti kita ungkap di pengadilan dan kita tidak akan menutup-nutupi. Dan saya akan meneruskan ini ke kepolisian," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya