Berita

Tim ahli internasional yang dipimpin WHO tiba di Wuhan pada Kamis, 14 Januari 2021/Net

Dunia

Tim Ahli WHO Penyelidik Asal-usul Virus Corona Tiba Di Wuhan

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 14:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tim ahli internasional untuk menyelidiki asal muasal virus corona telah tiba di Wuhan, China pada Kamis (14/1).

Tim yang terdiri dari 10 ilmuwan dan dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) itu harus menjalani karantina selama 14 hari di Wuhan sebelum memulai misi.

Media pemerintah China, CGTN menunjukkan pesawat Scoot yang membawa tim dari Singapura tiba. Mereka disambut oleh pejabat China dengan alat pelindung diri (APD).


Tim kemudian menjalani tes Covid-19 di bandara sebelum dibawa ke hotel untuk karantina.

"Setelah dua pekan, kami akan dapat berpindah-pindah dan bertemu dengan rekan-rekan China secara langsung, pergi ke berbagai situs yang ingin kami kunjungi," ujar ketua tim, Peter Ben Embarek, seperti dikutip AFP.

Embarek mengatakan, perjalanan untuk mencari asal muasal virus corona akan sangat panjang .

"Saya tidak berpikir kami akan memiliki jawaban yang jelas setelah misi awal ini, tetapi kami akan melanjutkannya," kata Embarek.

"Idenya adalah untuk memajukan sejumlah studi yang telah dirancang dan diputuskan beberapa bulan lalu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang terjadi," sambung dia.

Virus corona pertama kali terdeteksi di Wuhan, China bagian tengah pada akhir 2019. Setelah itu virus menyebar ke seluruh dunia dengan lebih dari 91 juta orang terinfeksi dan hampir 2 juta di antaranya meninggal dunia.

Di China sendiri saat ini tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. Pada Kamis, China melaporkan 138 kasus Covid-19 atau yang tertinggi sejak Maret 2020. Selain itu otoritas juga mencatat kasus kematian akibat virus corona pertama sejak Mei 2020.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya