Berita

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca/Net

Dunia

Turki Mulai Vaksinasi Covid-19, Menkes Fahrettin Koca Jadi Yang Pertama Disuntik Vaksin Sinovac

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 11:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Turki akan memulai kampanye vaksinasi Covid-19 kepada seluruh staf perawatan kesehatan pada Kamis (14/1) waktu setempat. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca pada Rabu (13/1).

"Merupakan prioritas utama kami untuk menjalankan program vaksinasi secara transparan," ungkapnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Ranu (13/1).

Berbicara setelah pertemuan Dewan Penasihat Ilmiah Coronavirus di ibu kota Ankara, dia menjelaskan bahwa dengan mendapatkan vaksinasi, pejabat senior akan menjadi 'contoh' bagi masyarakat untuk mengikutinya.


"Vaksin telah dikirim ke depo kesehatan masyarakat di 81 provinsi," katanya, seraya menambahkan bahwa "hari ini adalah hari pertama era baru."

Setiap individu akan diberi dosis vaksin berdasarkan nama dengan barcode, Koca menambahkan, mengatakan: "Kami bertekad untuk memberikan vaksin dan mematuhi langkah-langkah dan pembatasan sampai pandemi berakhir."

"Saya ingin Anda yakin bahwa vaksin akan didistribusikan secara adil dan tidak akan ada praktik lain selain dari prioritas yang ditetapkan oleh Badan Ilmiah (Coronavirus). Orang yang akan divaksinasi sesuai dengan rencana akuisisi akan diberi tahu saat sekarang giliran mereka dan akan mendapatkan vaksinasi sesuai perjanjian," lanjutnya.

Belakangan, Koca menjadi orang pertama di Turki yang menerima vaksin Covid-19 China CoronaVac yang baru saja dikirimkan.  

"Saya ingin menggarisbawahi bahwa setiap orang harus divaksinasi. Kita pasti harus mendapatkan vaksin untuk kembali ke kehidupan normal sehari-hari," tegasnya.

"Saya katakan sebelumnya bahwa ada cahaya di ujung terowongan. Hari ini adalah hari seperti itu. Saya yakin hari-hari mendatang akan cerah."

Mengikuti menteri, anggota panitia juga divaksinasi.

Sebelumnya pada Rabu, badan obat dan peralatan medis resmi Turki menyetujui CoronaVac untuk penggunaan darurat melawan virus corona baru.

Setelah evaluasi dosis, Badan Obat dan Alat Kesehatan Turki (TITCK) mengumumkan bahwa mereka telah mengesahkan vaksin yang dikenal sebagai CoronaVac yang dikembangkan oleh perusahaan SinoVac yang berbasis di Beijing.

Tiga juta dosis vaksin yang diproduksi oleh SinoVac tiba di Turki pada 30 Desember dan dipindahkan ke fasilitas penyimpanan medis di Kementerian Kesehatan. Sampel vaksin kemudian dibawa ke laboratorium TITCK untuk masa pengujian selama 14 hari.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya