Berita

Garis polisi yang terpasang di Kantor DPRD Kabupaten Merauke/RMOLPapua

Politik

Pemasangan Garis Polisi Di DPRD Merauke Dipertanyakan Pemuda Marind

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 07:49 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Unjuk rasa masyarakat adat guna menuntut Hak Ulayat atas status kepemilikan tanah di Kantor DPRD Merauke pada Selasa kemarin (12/1) masih berbuntut.

Sebab, usai aksi unjuk rasa tersebut, pihak kepolisian langsung memasang garis polisi di Kantor DPRD Merauke. Inilah yang kemudian membuat memicu kritikan dari Ketua Pemuda Marind, Fransiskus Ciwe.

“Saya pikir pemasangan garis polisi ini membuat para anggota DPRD Kabupaten Merauke tersinggung, karena yang kita ketahui bersama tindakan tersebut sangat berpotensi merendahkan martabat DPRD itu sendiri," ucap Ciwe, Rabu (13/1), dikutip Kantor Berita RMOLPapua.


"Serta perspektif yang bisa saja terbangun di kalangan masyarakat umum yaitu mereka akan berpikir kalau masyarakat adat ini telah melakukan tindakan kriminal di Kantor DPRD Kabupaten Merauke, sehingga harus harus dipasangi garis polisi. Padahal berdasarkan fakta yang ada, sama sekali tidak ada tindakan kriminal, masyarakat adat menyampaikan aspirasinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dan Police Line ini sangat berpotensi merugikan masyarakat adat, saya berpandangan Polisi telah melakukan suatu hal yang sangat tidak wajar,” sambungnya.

Dirinya berpandangan, pemasangan garis polisi umumnya dilakukan untuk kejadian yang berhubungan dengan kasus kriminal, yang dalam sistem hukum Indonesia berada dalam lingkup hukum pidana.

Sementara yang dituntut oleh masyarakat adat di Kantor DPRD Kabupaten Merauke yaitu permasalahan Hak Ulayat, yang punya hubungan erat antara hak dan kewajiban. Di mana kasus tersebut dalam sistem hukum Indonesia berada dalam lingkup hukum perdata.

Selain itu, spekulasi juga bisa saja berkembang adalah perihal kesakralan Kantor DPRD Merauke yang merupakan representatif rumah bagi seluruh warga masyarakat Merauke yang ditempati oleh para wakil-wakil rakyat. Namun kemudian tercoreng kehormatannya karena kantornya dipasangkan garis polisi yang selalu identik dengan kasus kriminal.

Sebagai tokoh Pemuda Marind, Ciwe meminta agar Kepolisian Resor Merauke dalam hal ini Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji, dapat segera memberikan penjelasan dan klarifikasi kepada masyarakat terkait pemasangan Garis Polisi di Kantor DPRD Merauke itu.

Dirinya juga berharap agar dalam melakukan segala tindakan sebaiknya Kapolres Merauke terlebih dahulu melakukan diskusi dan meminta pendapat dari para tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Merauke. Sehingga tidak terjadi mispersepsi yang sangat berpotensi melahirkan kegaduhan di kalangan masyarakat.

“Polisi harus lebih komunikatif dan persuasif kepada seluruh elemen yang ada di Kabupaten Merauke, baik itu dari unsur pemerintah daerah maupun juga dari unsur masyarakat umum maupun juga masyarakat adat. Jangan sampai menimbulkan kesan yang seolah-olah polisi di Kabupaten Merauke bertindak sewenang-wenang, itu akan sangat berbahaya untuk hubungan kita secara jangka panjang," terang Ciwe.

"Karena selama belasan tahun pascakerusuhan tahun 2000, seluruh elemen yang ada Merauke baik TNI, Polri, Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen di sini secara bahu membahu membangun Merauke atas dasar unsur cinta kasih, saling percaya, dan komunikatif antar sesama. Sampai Merauke bisa aman seperti ini,” demikian Franciscus Ciwe.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya