Berita

Vaksin virus corona/Net

Dunia

Tingkat Partisipasi Tinggi, Jerman Tidak Akan Wajibkan Vaksin Virus Corona Pada Warganya

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 06:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan bahwa pemerintahannya tidak berencana untuk mewajibkan vaksinasi Covid-19 bagi warganya.

Pernyataannya muncul setelah negara bagian Bavaria di Jerman selatan menyarankan untuk mewajibkan vaksinasi untuk profesi tertentu, seperti petugas perawatan di panti jompo, di tengah laporan bahwa banyak dari mereka menolak untuk menerima vaksin virus corona.

“Selama pidato saya di parlemen, saya memberikan kata-kata saya. Tidak akan ada vaksinasi wajib selama pandemi ini," kata Spahn kepada radio publik Deutschlandfunk, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (13/1).


Tanpa diwajibkan, nyatanya masyarakat banyak yang memilih untuk divaksin. Ia menekankan bahwa masyarakat Jerman memiliki kepercayaan penuh terhadap kemanjuran vaksin.

Jerman sendiri telah mulai memberikan vaksin BioNTech / Pfizer kepada penduduk dan staf di panti jompo akhir bulan lalu, beberapa hari setelah vaksin tersebut disetujui oleh UE. Hingga Selasa (12/1), hampir 689 ribu dosis telah diberikan di seluruh wilayah Jerman.

Vaksin pertama-tama dibagikan kepada penghuni panti jompo, pekerja kesehatan, dan pekerja sosial di garis depan, serta orang yang berusia di atas 80 tahun.

Setelah inokulasi kelompok prioritas utama selesai, kampanye vaksinasi akan dilanjutkan dengan kelompok lain.

Kelompok prioritas kedua yang diidentifikasi oleh kementerian termasuk orang dewasa di atas usia 70 tahun, penderita demensia, dan pasien transplantasi.

Sementara, orang yang berusia di atas 60 tahun, pasien yang sakit kronis, dan pegawai sektor publik yang bekerja di bawah risiko tinggi dimasukkan dalam kelompok prioritas ketiga.

Pemerintah memperkirakan bahwa hampir 60 persen populasi Jerman akan mendapatkan akses ke vaksin Covid-19 pada musim gugur tahun ini.

Dalam jajak pendapat baru-baru ini oleh lembaga penyiaran publik ISPA menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk bersedia untuk divaksinasi.

Di antara mereka yang disurvei, 75 persen peserta melaporkan bahwa mereka akan menggunakan vaksin Covid-19.

Sebanyak 11 persen mengatakan mereka mungkin tidak akan mengambil vaksin tersebut, sementara 12 persen responden lainnya tegas mengatakan mereka tidak akan pernah divaksinasi Covid-19.

Jerman saat ini memiliki penghitungan infeksi virus corona tertinggi kelima di Eropa Barat, di belakang Inggris, Prancis, Italia, dan Spanyol.

Otoritas kesehatan melaporkan 1.060 kematian selama 24 jam terakhir, dan 19.600 kasus baru.

Penghitungan nasional saat ini mencapai lebih dari 1,95 juta kasus, dengan setidaknya 42.637 kematian.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya