Berita

Uganda jelang pemilihan/Net

Dunia

Pemerintah Uganda Blokir Facebook Dan WhatsApp Jelang Pemilihan Presiden

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 06:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah pengguna media sosial Facebook dan WhatsApp di Uganda mengeluh bahwa mereka tidak bisa menggunakan kedua aplikasi tersebut sejak Selasa (12/1) waktu setempat.

Kebijakan pelarangan kedua aplikasi yang biasa digunakan oleh sejumlah simpatisan untuk berkampanye itu diambil pemerintah Uganda, dua hari menjelang pemilihan presiden yang akan mengadu Yoweri Museveni, salah satu pemimpin terlama di Afrika, melawan kandidat terdepan oposisi Bobi Wine, seorang penyanyi populer.

Sesuai jadwal, pemilihan akan digelar pada Kamis (14/1) waktu setempat.


Dalam sebuah surat yang dilihat oleh Reuters kepada penyedia layanan internet tertanggal 12 Januari, regulator komunikasi Uganda memerintahkan mereka untuk memblokir semua platform media sosial dan aplikasi perpesanan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Sebuah sumber di sektor telekomunikasi Uganda mengatakan pemerintah telah menjelaskan kepada para eksekutif di perusahaan telekomunikasi bahwa larangan media sosial itu sebagai pembalasan atas pemblokiran beberapa akun pro-pemerintah oleh Facebook.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan perusahaan tidak mengomentari laporan pengguna menghadapi kesulitan mengakses platform.

"Setiap upaya untuk memblokir akses online ke jurnalis atau anggota masyarakat adalah pelanggaran hak atas informasi yang tidak dapat diterima," kata International Press Institute, pengawas media global, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (13/1).

Wine selama ini telah menggunakan Facebook untuk menyampaikan liputan langsung tentang kampanye dan konferensi persnya setelah dia mengatakan banyak media menolak untuk menjamu dia.

Untuk diketahui, sebagian besar stasiun radio dan TV dimiliki oleh sekutu pemerintah dan harian terkemuka Uganda dikelola oleh negara.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya