Berita

Foto: Reuters

Dunia

Reuters: Indonesia Jadi Pasar Penerbangan Paling Mematikan Di Dunia

SENIN, 11 JANUARI 2021 | 07:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kecelakaan yang dialami Sriwijaya Air hari Sabtu kemarin (9/1) membuat reputasi dunia penerbangan Indonesia kembali menjadi sorotan dunia.

Ini adalah kecelakaan penerbangan terbesar ketiga di Indonesia dalam enam tahun terakhir. Dua kecelakaan penerbangan besar sebelumnya adalah kecelakaan Boeing 737 MAX milik Lion Air di bulan Oktober 2018, dan kecelakaan Airbus A320 yang dioperasikan AirAsia Indonesia pada Desember 2014.  

Sebelum kecelakaan SJ-182 yang menewaskan 62 awak dan penumpang itu, Reuters mencatat, dalam satu dekade terakhir sebanyak 697 orang tewas dalam kecelakaan penerbangan di Indonesia, baik penerbangan sipil maupun militer.


Angka ini membuat Indonesia menjadi negara dengan sistem keselamatan penerbangan terburuk di dunia. Bahkan, menurut data yang dimiliki Aviation Safety Network, lebih buruk dari Rusia, Iran, dan Pakistan.

Reuters dalam artikelnya yang diterbitkan hari ini (Senin, 11/1) juga mengingatkan, dengan berbagai kecelakaan penerbangan yang terjadi di Indonesia, Uni Eropa sempat melarang pesawat-pesawat Indonesia memasuki wilayah udara Eropa pada tahun 2007 sampai 2018.

Sementara Amerika Serikat  dari tahun 2007 sampai 2016 menempatkan evaluasi keselamatan penerbangan Indonesia pada Kategori 2, yang berarti kurang memadai.

Masih menurut Reuters, catatan keselamatan penerbangan Indonesia sebenarnya telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan badan penerbangan PBB di tahun 2018 memberikan pujian.

Namun, budaya keselamatan di Indonesia menghadapi tantangan yang tidak kecil berupa mindset yang memandang kecelakaan sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, atau sudah ditakdirkan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya