Berita

Tim SAR mengumpulkan benda-benda yang diduga kuat berasal dari pesawat Sriwijaya SJ-182 yang jatuh hari Sabtu (9/1)./Raiza Andini

Nusantara

Ada Kemungkinan Sriwijaya SJ-182 Tersedot Downdraft

MINGGU, 10 JANUARI 2021 | 19:18 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

RMOL. Melihat data-data ketinggian pesawat Sriwijaya Air dengan registrasi PK-CLC yang melayani rute penerbangan Jakarta-Pontianak SJ-182 sebelum hilang kontak pada Sabtu siang kemarin (9/1), ada kemungkinan pesawat tersedot oleh downdraft.  

Downdraft adalah fenomena cuaca yang membuat ruangan seakan kehilangan tekanan sama sekali secara tiba-tiba.

Pesawat yang terjebak dalam ruangan tanpa tekanan itu akan kehilangan tenaga dan tersedot ke bawah, kehilangan ketinggian dengan sangat signifikan. Dalam keadaan pesawat sedang melakukan pendakian menuju ketinggian aman, downdraft menjadi semakin berbahaya dan fatal.


Demikian disampaikan analis penerbangan John Brata seperti dikutip dari ZonaTerbang.id, pada Minggu malam (10/1).

Pesawat Sriwijaya naas yang dipiloti Kapten Afwan jatuh dari ketinggian 10 ribu kaki dan terakhir terpantau di ketinggian 250 kaki.

Boeing 737-524 yang mulai beroperasi pada 13 Mei 1994 lalu itu take off dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 14.35 WIB, Sabtu (9/1). Empat menit kemudian pesawat berbelok ke arah kanan dan mendaki di ketinggian 10.175 kaki.

Detik-detik setelah pukul 14.40 WIB  adalah bagian paling kritikal dalam perjalanan SJ-182 mencapai titik aman. Dari data-data yang ada, terlihat kecepatannya menurun, begitu juga ketinggiannya.

Delapan detik setelah 14.40 WIB, kecepatan pesawat tercatat 287 knots dan berada di ketinggian 10.725.

Di detik ke-14, dengan kecepatan 224 knots SJ-182 berada pada pada ketinggian 8.950 kaki. Dua detik kemudian kecepatan pesawat 192 knots dengan di ketinggian 8.125 kaki.

Sementara di detik ke-20, kecepatan pesawat yang pernah dioperasikan Continental Airlines dan United Airlines tercatat 155 knots dengan ketinggian 5.400ft.

Pada pukul 14.40.27 WIB, kecepatan SJ-182 tercatat 358 knots, namun beada pada ketinggian hanya 250 kaki.

Kecepatan 358 knots ini adalah kecepatan tertinggi yang tercatat dalam penerbangan terakhir Sriwijaya SJ-182 itu.

Dari data-data ini dapat disimpulkan bahwa pesawat kehilangan ketinggian secara signifikan hanya dalam 19 detik dari ketinggian 10.725 kaki menuju 250 kaki.

“Kehilangan ketinggian secara signifikan dalam waktu yang sangat singkat adalah tanda-tanda fenomena downdraft. Ini sangat fatal,” demikian John Brata yang pernah bertugas sebagai penerbang di Marinir dan Polri.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

LPDP Perkuat Ekosistem Karier Alumni, Gandeng Danantara dan Industri

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:04

RDPU dengan Komisi III DPR, Hotman Paris: Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan Janggal

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:02

Kenaikan PT Bikin Partai di DPR Bisa Berguguran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:39

KPK Panggil Ketua KPU Lamteng di Kasus Suap Bupati

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:38

DPR Jadwalkan Pemanggilan Dirut LPDP Sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:30

Great Institute: Ancaman Terbesar Israel Bukan Palestina, Tapi Netanyahu

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:22

KPK Panggil Edi Suharto Tersangka Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:06

IHSG Siang Ini Tergelincir, Nyaris Seluruh Sektor Merana

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:51

Rusia Pertimbangkan Kirim Bantuan BBM ke Kuba

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:29

Partai Buruh Bakal Layangkan Gugatan Jika PT Dinaikkan

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:27

Selengkapnya